Wah! MicroStrategy Incar Lebih Banyak Bitcoin Lagi

Sebuah dokumen mengindikasikan bahwa perusahaan TI MicroStrategy berencana mengincar lebih banyak Bitcoin lagi, dibandingkan pada Agustus 2020 lalu.

Pada Agustus 2020 lalu, MicroStrategy memastikan pihaknya membeli Bitcoin senilai US$250 juta selama 12 bulan berikutnya. Langkah itu sebagai bagian dari portofolio investasinya, termasuk menjaga nilai kekayaan perusahaan mereka.

Nah, sejumlah dokumen mengungkapkan bahwa perusahaan mengincar lebih banyak Bitcoin untuk dibeli. Dokumen itu diterbitkan di situs Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Jumat.

MicroStrategy mencatat bahwa dewan direksi telah memperbarui kebijakan cadangan perbendaharaan perusahaan.

Kebijakan baru mencatat bahwa selain uang tunai, setara kas, dan investasi jangka pendek, Bitcoin sekarang akan berfungsi sebagai aset cadangan utama perusahaan.

“Sebagai hasil dari kebijakan baru ini, kepemilikan Bitcoin perusahaan dapat meningkat melebihi investasi US$250 juta yang diungkapkan perusahaan pada 11 Agustus 2020,” tercantum di dokumen itu.

Awalnya, kepemimpinan MicroStrategy mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan Bitcoin dan aset kripto lainnya, karena apa yang mereka lihat sebagai dolar AS yang melemah, mengingat suku bunga Barat yang rendah dan dampak dari respons stimulus Amerika Serikat terhadap pandemi COVID-19.

“Investasi ini mencerminkan keyakinan kami bahwa Bitcoin, sebagai aset kripto yang paling banyak diadopsi di dunia, adalah penyimpan nilai yang dapat diandalkan dan aset investasi yang menarik dengan potensi apresiasi jangka panjang yang lebih banyak daripada menyimpan uang tunai,” kata CEO MicroStrategy Michael Saylor pada Agustus lalu.

Dengan langkah ini, maka MicroStrategy telah mengakui Bitcoin sebagai aset investasi sah yang dapat lebih unggul daripada uang tunai dan karenanya menjadikan Bitcoin sebagai pemegang utama dalam strategi cadangan keuangan.

Sebelumnya, pada tahun 2013 Saylor cenderung kurang ramah terhadap Bitcoin. Dia malah meramalkan kematian Bitcoin.

“Sepertinya hanya masalah waktu sebelum Bitcoin mengalami nasib yang sama seperti perjudian online,” kata Saylor kala itu.

Namun faktanya, harga Bitcoin naik berlipat-lipat dan tahun ini mengubah pandangan mereka terhadap Raja Aset Kripto itu. [red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait