Walmart Pakai Blockchain Lacak Pengiriman Udang

346

Raksasa ritel Walmart asal Amerika Serikat, berkolaborasi dengan IBM, akan memakai teknologi blockchain untuk melacak pengiriman udang pada sistem rantai pasok (supply chain) miliknya. Kanal berita LiveMint melaporkan, Walmart akan memakai blockchain untuk melacak udang dari India bagi lokasi-lokasi terpilih toko ritel Sam’s Club.

Hal ini merupakan pertama kalinya teknologi blockchain dipakai untuk melacak ekspor udang dari peternak India ke peritel luar negeri. President Institut Perikanan Nasional John Connelly mengatakan, sebagai salah satu komoditas paling diperdagangkan di dunia, makanan laut memiliki rantai pasok yang kompleks dan luas.

“Akibatnya, pengujian dan pengembangan program pelacakan terbantukan teknologi adalah langkah penting. Sangat bagus melihat pemimpin ritel seperti Walmart berpartisipasi di uji coba blockchain makanan laut,” kata Connelly.

Walmart bekerja dengan pemroses makanan laut India, Sandhya Aqua, untuk menambahkan rantai pasok udang ke platform IBM Food Trust yang berbasis blockchain agar konsumen bisa melacak darimana asal udang yang mereka makan.

Udang adalah ekspor pertanian terbesar bagi India, di mana Amerika Serikat merupakan pasar terbesarnya, mencapai 46 persen seluruh ekspor undang India. LiveMint melaporkan penerapan blockchain tersebut akan membantu peternak udang India memenuhi persyaratan makanan AS yang cukup ketat sehingga mendapat kepercayaan peritel AS dan mengamankan peternakan udang sebagai industri jangka panjang.

Sebelumnya, Walmart telah memakai teknologi blockchain untuk melacak makanan di negara lain seperti Tiongkok. Teknologi distributed ledger disebut memudahkan Walmart melacak rantai pasoknya yang besar dan menarik kembali produk makanan atau obat-obatan yang bermasalah jika dibutuhkan.

Cointelegraph melaporkan bulan lalu sejumlah perusahaan kopi global bermitra dengan Farmer Connect, sebuah startup yang mengembangkan perangkat pelacakan makanan dari peternakan hingga ke klien. Kemitraan tersebut memakai platform IBM Food Trust untuk melacak rantai pasok kopi. Startup itu membangun aplikasi yang menyediakan konsumen data mengenai produk kopi, termasuk asal-muasal dan harganya. [cointelegraph.com/ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini