FBI menahan seorang warga rusia atas sangkaan mencuci uang dengan Bitcoin Cs melalui bursa aset kripto BTC-e. Selain itu, FBI menyebutkan, sang tersangka Maksim Boiko berkomplot dengan organisasi kejahatan QQAAZZ.

“Berdasarkan sejumlah bukti yang dikumpulkan, saya meyakini Boiko secara sadar dan sengaja berkomplot dengan beberapa orang dalam melakukan pencucian uang (money laundering). Kegiatan itu berlangsung sejak tahun 2015 dan terus berlanjut hingga saat ini,” ujar Samantha Shelnick agen khusus FBI yang menyelidiki kasus itu dalam sebuah dokumen penyelidikan.

Barang bukti berupa foto Boiko yang memamerkan uang tunai dolar AS.

Disebutkan, Boiko masuk ke wilayah Amerika Serikat bersama istrinya melalui bandara internasional di Miami Florida pada 19 Januari 2020. Boiko membawa serta uang tunai senilai US$20.000. Ketika ditanya oleh pihak imigrasi perihal asal muasal uang sebesar itu, Boiko menjawab atas hasil investasi Bitcoin dan usaha sewa properti di Rusia.

Setelah diperiksa silang, pihak berwenang menemukan bahwa Boiko adalah pernah sebagai penyedia jasa pencucian uang melalui bursa aset kripto terlarang, BTC-e.

Bursa kripto itu telah ditutup oleh otoritas Amerika Serikat pada 2017 silam, karena kerap digunakan oleh banyak pihak dalam tindak kejahatan.

BERITA TERKAIT  Ini Penampakan Tambang Bitcoin di Kutub Utara

Boiko disebutkan menyediakan jasa menukar uang tunai menjadi Bitcoin di bursa aset kripto itu.

“Boiko diketahui menampung uang hasil kejahatan di rekening bank-nya. Kemudian menukar uang itu menjadi aset kripto, termasuk Bitcoin,” jelas agen FBI itu.

Dalam kaitannya dengan BTC-e, FBI menemukan bahwa Boiko menggunakan e-mail “plinofficial@me.com” untuk mendaftar sebagai pengguna di bursa aset kripto itu. Nama asli “Maksim Boiko” terdata di situ dengan usernamegangass“.

“Data transaksi membuktikan akun Boiko di BTC-e menerima dana lebih dari US$387.964 dan telah menarik sekitar 136 Bitcoin,” sebut agen itu. [Cointelegraph/Courtlistener/red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO