XRPL Cetak Pencapaian Baru, Sinyal Bullish untuk Harga XRP?

XRP Ledger (XRPL) baru-baru ini mencapai tonggak penting, sebuah bukti ketahanan dan pengaruhnya yang semakin meluas di dunia teknologi blockchain, bisa jadi tanda bullish untuk harga XRP ke depan.

Tonggak ini adalah penutupan ledger ke-87 juta, angka yang menegaskan pentingnya ledger ini dan volume transaksi yang besar yang telah difasilitasi selama bertahun-tahun.

Pencapaian ini bukan sekadar pencapaian numerik, tetapi indikasi yang jelas dari kekuatan XRP Ledger dan perannya yang krusial dalam ekosistem blockchain.

XRPL Cetak Pencapaian Baru 

U Today melaporkan bahwa, Ledger (buku besar) dalam kerangka kerja XRPL berfungsi sebagai catatan yang tidak dapat diubah, mendokumentasikan transaksi dan saldo akun. Catatan ini dipelihara dan diverifikasi oleh jaringan node yang terdistribusi, memastikan integritas dan keamanan data.

Penutupan 87 juta ledger menyoroti aktivitas luas dan banyaknya transaksi yang telah terjadi di platform itu sejak awalnya. Menurut data dari layanan XRPL, jumlah ledger saat ini adalah 87.012.561, menekankan sifat yang terus bergerak dan dinamis dari operasi ledger.

Pertumbuhan XRPL juga tercermin dari peningkatan jumlah akun pada ledger. Saat ini, jumlah akun telah melebihi lima juta, dengan total 5.143.547 akun.

Lonjakan dalam akun menunjukkan basis pengguna yang berkembang dan ekosistem yang mengembang dalam XRPL. Selain itu, jumlah total XRP yang dipegang dalam akun ini adalah sebesar 60.379.116.279 XRP, menyoroti aset substansial yang dikelola dalam kerangka kerja XRPL.

Ke depan, XRPL berada di ambang ekspansi dan inovasi lebih lanjut. Rencana untuk peningkatan tambahan sedang dalam perencanaan, menjanjikan untuk meningkatkan kemampuan ledger dan proposisi nilai bagi pengguna.

Pengembangan ini sangat dinantikan oleh komunitas dan pemangku kepentingan, karena diharapkan akan mendorong pertumbuhan dan inovasi lebih lanjut dalam ekosistem XRPL.

Sebuah pengembangan penting baru-baru ini di ruang XRPL adalah implementasi XLS-30, amandemen Automated Market Maker (AMM) yang diluncurkan di mainnet setelah lebih dari dua tahun pengembangan.

Fitur asli ini dirancang untuk memfasilitasi likuiditas on-chain dan kemampuan perdagangan, memenuhi kebutuhan pengembang dan pengguna DeFi. Fitur AMM merupakan kemajuan signifikan dalam membuat layanan keuangan terdesentralisasi lebih mudah diakses dan efisien di platform XRPL.

Namun, perjalanan inovasi tidak tanpa tantangannya. Tak lama setelah peluncuran fitur AMM, sebuah bug ditemukan oleh komunitas XRP Ledger, memengaruhi fungsionalitasnya. Insiden ini menekankan pentingnya pengujian yang kuat dan keterlibatan komunitas dalam pengembangan teknologi blockchain.

Setelah pengujian menyeluruh, perbaikan bug untuk fitur AMM dirilis di bawah versi 2.1.1 dari perangkat lunak XRPL, Rippled.

Perbaikan ini telah mendapatkan konsensus lebih dari 80 pesen untuk aktivasi di antara komunitas dan dijadwalkan untuk aktivasi pada 11 April, menandai respons cepat terhadap tantangan yang dihadapi.

Selain transaksi keuangan, platform XRPL juga menyaksikan pertumbuhan di ranah Token Non-Fungible (NFT). Menurut data dari Bithomp Explorer, sebanyak 6.492.852 NFT telah dicetak di XRPL sejauh ini.

Lonjakan aktivitas NFT menandakan diversifikasi kasus penggunaan untuk XRPL, meluas dari transaksi keuangan tradisional untuk mencakup seni digital, koleksi, dan lainnya.

Tren pertumbuhan NFT mencerminkan pergerakan industri yang lebih luas menuju tokenisasi dan kepemilikan digital, area di mana XRPL memposisikan dirinya sebagai pemain kunci. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait