Yuan Digital Diujicoba dalam Skala Besar dengan Bank Lokal

1376

Yuan Digital baru-baru ini diujicoba dalam skala besar dengan sejumlah bank lokal di Shenzhen, Tiongkok. Partisipan yang terlibat menyebutkan masih banyak sejumlah keterbatasan dibandingkan layanan Alipay dan WeChat Pay.

Bank Sentral Tiongkok kian lincah mengujicoba yuan digital buatan mereka. Setelah Mei 2020 lalu, belum lama ini diujicoba kembali dalam skala besar. Kali ini melibatkan sejumlah bank, di antaranya ICBC, Bank of China, China Commercial Bank dan Agricultural Bank of China.


Apa Itu Yuan Digital?
Yuan Digital adalah versi digital baru terhadap mata uang Tiongkok, yakni yuan/renminbi. Sebelumnya disebut-sebut dibuat menggunakan teknologi blockchain.

Faktanya ia tidak sepenuhnya menggunakan blockchain yang peer-to-peer dan melainkan yang mirip, yakni Distributed Ledger Technology (DLT) yang relatif lebih sentralistik. Itu memungkinkan pengelola melakukan kontrol ketat terhadap transaksinya.

Dalam kacamata Bank Sentral Tiongkok, yuan digital disebut dengan istilah DC/EP alias Digital Currency/Electronic Payment, mengacu pada sistem pembayaran elektronik jenis baru atas mata yang berwujud digital.

Sistem itu dekat dengan definisi IMF dan Bank Dunia soal CBDC (Central Bank Digital Currency) alias Mata Uang Digital yang diterbitkan dan dikendalikan oleh Bank Sentral.

CBDC sejatinya diletakkan sebagai pengganti uang tunai (fisik/giral) yang beredar atau uang beredar, disebut juga dengan “M0”.

Ini berbeda dengan uang digital oleh Alipay dan WeChat Pay yang disebut dengan M2 (uang tunai di rekening bank komersial).

M2 adalah indikator jumlah uang beredar dan inflasi, dan seringkali merupakan pilar kebijakan moneter bank sentral. Dan dengan demikian bank sentral akan sangat prihatin, jika bagian dari jumlah uang beredar ini tumbuh tidak sinkron dengan bagian lainnya.

BERITA TERKAIT  Bithumb Global Segera Luncurkan Bithumb Coin (BT) untuk Permudah Transaksi

CBDC juga dianggap lebih efisien, karena mempermudah pengendalian transaksi khususnya lintas negara, termasuk menelurkan kebijakan moneter yang lebih akurat.

Waktu dan biaya transfer pun bisa lebih cepat dan lebih murah daripada menggunakan layanan perbankan biasa, selayaknya blockchain publik saat ini dalam konteks stablecoin USDT. [Decrypt/red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO