Pergerakan memecoin Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis mengungkapkan pandangan terbaru terkait arah harga aset kripto utama tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, dinamika harga DOGE menunjukkan kombinasi antara fase konsolidasi, tekanan resistance kuat, hingga potensi breakout yang mulai terbentuk.
Tiga analis berbeda memberikan perspektif yang menyoroti kondisi teknikal dari time frame harian hingga mingguan, sekaligus memperkaya narasi prediksi harga Dogecoin yang kini menjadi perhatian pelaku pasar.
Analisis ini muncul di tengah pergerakan DOGE yang masih tertahan di level psikologis penting, sekaligus diuji oleh tekanan beli dan jual yang relatif seimbang. Dalam konteks tersebut, arah selanjutnya dinilai sangat bergantung pada kemampuan harga keluar dari zona konsolidasi saat ini.
Konsolidasi DOGE Jadi Penentu Arah Pergerakan Berikutnya
Menurut analis Amina Chattha, dalam time frame harian, Dogecoin saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami tren penurunan yang cukup dalam disertai likuiditas yang tersapu. Kondisi ini menunjukkan bahwa harga mulai membentuk basis kuat di area support utama.

Situasi tersebut menjadi krusial dalam membaca prediksi harga Dogecoin, karena fase pembentukan base sering kali menjadi titik awal sebelum terjadinya pergerakan kuat.
Jika momentum beli mulai masuk dan bertahan, maka peluang pemulihan menuju area resistance yang lebih tinggi akan terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi, maka struktur ini berpotensi gagal dan membawa harga ke fase pelemahan lanjutan.
Amina menekankan bahwa breakout dari range konsolidasi ini akan menjadi penentu arah utama pergerakan DOGE dalam waktu dekat.
Momentum Bullish DOGE Diuji di Area Kunci US$0,10
Sementara itu, analis Femifire menyoroti pergerakan DOGE dalam time frame 4 jam yang menunjukkan sinyal kekuatan jangka pendek. Dalam sesi perdagangan Binance, harga DOGE sempat melonjak hingga US$0,09710 sebelum bergerak mendekati level US$0,10.

Level tersebut menjadi resistance penting yang telah beberapa kali diuji, namun belum berhasil ditembus secara meyakinkan. Dalam konteks prediksi harga Dogecoin, area ini dipandang sebagai titik krusial untuk menentukan apakah tren bullish dapat berlanjut.
“Jika harga mampu bertahan di atas US$0,10, maka peluang kenaikan ke US$0,11 hingga US$0,12 akan terbuka,” ujar Femifire.
Dari sisi indikator teknikal, Relative Strength Index (RSI) berada di level 64, yang mencerminkan momentum bullish tanpa memasuki kondisi jenuh beli (overbought). Selain itu, Chaikin Money Flow (CMF) yang berada di sekitar 0,10 menunjukkan adanya aliran dana masuk yang konsisten.
Namun, risiko tetap ada. Jika harga turun di bawah support jangka pendek di US$0,095, maka tekanan jual dapat meningkat dan membawa DOGE kembali ke area US$0,09.
Pola Mingguan Menguat, Potensi Pergerakan Besar
Di sisi lain, analis Trader Tardigrade melihat gambaran yang lebih luas melalui time frame mingguan, khususnya pada pair DOGE terhadap Bitcoin. Ia mengidentifikasi pola falling wedge yang kini mendekati titik apex, sebuah kondisi yang sering kali mendahului pergerakan besar.

Dalam analisisnya, kondisi ini memperkuat narasi prediksi harga Dogecoin jangka menengah hingga panjang. Selain faktor teknikal, sejumlah katalis juga dinilai turut memperkuat potensi tersebut.
Beberapa di antaranya meliputi peluncuran testnet layer-2 dengan kemampuan transaksi cepat, integrasi House of Doge ke dalam sistem pembayaran tradisional, serta pengembangan jaringan komputasi Qubic yang menargetkan aktivitas mining DOGE dalam skala besar.
Kombinasi antara struktur teknikal yang matang dan dukungan fundamental ini menunjukkan bahwa DOGE berada dalam fase persiapan menuju pergerakan besar berikutnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


