5 Penentu Tren Naik Bitcoin pada Tahun 2021

Harga Bitcoin (BTC) berfluktuasi di rentang US$8.600 hingga US$10.000 selama dua bulan terakhir. BTC menampilkan volatilitas yang rendah sejak Mei, menyusul penolakan di level US$10.400. Kendati demikian, ada lima faktor fundamental yang mengindikasikan tren BTC akan terus meningkat di tahun 2021.

1. Volatilitas Bitcoin Rendah
Menurut data dari Skew, volatilitas 10-hari Bitcoin jatuh ke titik terendah di tahun ini pada 24 Juni. Hal ini menandakan investor berhati-hati sebab BTC berada di harga kritis. Sentimen investor secara jangka menengah tetap positif dengan kondisi eksternal, seperti pandemi COVID-19, membuat harga kripto tertahan.

2. Akumulasi Bitcoin Besar-Besaran
Menurut CTO Glassnode, Rafael Schultze-Kraft, data simpanan atau HODL Bitcoin menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi di kalangan investor. Suplai Bitcoin yang tidak bergerak selama setahun lebih mencapai titik tertinggi, di angka 61 persen. Hal ini berarti sangat sedikit sentimen untuk menjual Bitcoin di harga saat ini.

Schultze-Kraft menegaskan, menurut ukuran perubahan posisi HODL, investor mengakumulasi Bitcoin secara besar-besaran di tahun 2020. Bila angka ini tetap positif, artinya investor tidak memindahkan dana dari dompet pribadi ke bursa kripto untuk menjual.

3. Investor Institusional Terus Membeli Bitcoin
Sejak Maret 2020, aset yang dikelola Grayscale Bitcoin Trust meningkat dari US$1,577 miliar menjadi US$3,451 milar. Peningkatan ini menandakan permintaan yang semakin intens dari investor institusional.

BERITA TERKAIT  Setelah Terkuras Rp387 Miliar, Pengelola Platform Aset Kripto Ini Kembalikan Duit kepada Penggunanya

Jumlah aset Grayscale Bitcoin Trust yang mencapai titik tertinggi, di saat harga Bitcoin longsor lebih dari 50 persen dari harga puncaknya, merupakan pertanda positif. Hal ini berarti lembaga-lembaga keuangan memiliki kepercayaan tinggi terhadap tren jangka panjang BTC.

4. Struktur Teknis Optimis
Pakar kripto Nunya Bizniz berkata grafik enam bulan harga Bitcoin menunjukkan warna hijau menurut sistem Tom Demark Sequential Indicator. Setiap kali warna hijau muncul, Bitcoin mengalami lonjakan harga selama beberapa tahun.

Data perdagangan berjangka memperlihatkan harga saat ini tidak overbought. Harga Bitcoin bisa turun bila disebabkan likuidasi trader yang menggunakan leverage. Analis kripto bernama Byzantine General berkata tingkat pendanaan dari kontrak perpetual swap menunjukkan BTC belum overbought.

BERITA TERKAIT  Ramah Terhadap Bitcoin, Bank Sentral Perancis Akan Bikin Uang Digital Sendiri

5. Hashrate Semakin Meningkat
Saat halving terjadi pada Mei 2020, analis kripto menduga hashrate Bitcoin akan menurun. Tetapi, data dari Blockchain.com menunjukkan hashrate Bitcoin kembali ke tingkat sebelum halving. Ini menandakan industri penambangan kripto tetap sehat setelah halving dan sedikit tekanan menjual dari miner.

Paduan sedikitnya miner yang menjual Bitcoin, struktur teknis jangka panjang yang optimis, HODL yang semakin meningkat dan minat dari investor besar serta institusi, meningkatkan peluang reli baru di tahun 2021. [cointelegraph.com/ed]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO