Apa Itu Token Digital Berbasis Emas Zimbabwe?

Zimbabwe baru saja meluncurkan instrumen penghimpun nilai, berupa token digital berbasis emas. Apa saja yang perlu diketahui?

Peluncuran token digital berbasis emas ini berlangsung pada minggu lalu, yakni ketika Zimbabwe tengah menderita hiperinflasi dan mata uangnya terus merosot nilainya.

“Langkah ini adalah eksperimen menarik untuk melihat apakah penduduk lokal akan menerima mata uang yang lebih stabil dan mempercayai bank sentral negara dalam usahanya,” kata Peter Spina, presiden GoldSeek.com, kepada Market Watch.

Bank Sentral Zimbabwe mengatakan bahwa mereka menerbitkan token digital yang didukung oleh emas dalam upaya untuk mengembangkan instrumen penghimpunan nilai” yang tersedia dalam ekonomi negara.

Selain itu, token ini juga dimaksdukan untuk memperluas pembagian instrumen investasi dan memperluas akses dan penggunaannya oleh masyarakat.

“Mata uang yang didukung oleh emas, baik dalam bentuk digital maupun tidak, adalah sesuatu yang dulunya dianggap mustahil,” kata Brien Lundin, editor Gold Newsletter.

“Namun, seiring berjalannya eksperimen uang fiat, yang sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 1971, dan telah mengikuti jalur yang dapat diprediksi, gagasan tentang mendukung mata uang dengan emas akan semakin banyak dibahas.”

Token ini ditujukan untuk tujuan investasi, dengan periode penguncian selama 180 hari – tersedia untuk dijual di bank dengan mata uang lokal atau asing, dan dapat ditukarkan dengan cara yang sama seperti koin emas fisik yang sudah ada.

Gubernur Bank Sentral Zimbabwe, John Mangudya, mengatakan bahwa token digital ini akan sepenuhnya didukung oleh emas fisik yang dipegang oleh bank, menurut laporan Associated Press pada 28 April.

Mangudya juga mengatakan bahwa token tersebut dapat digunakan sebagai cara bagi orang-orang untuk menyimpan uang atau melakukan transaksi dan penyelesaian dari orang ke orang dan dari orang ke bisnis.

Melansir Business Insider Africa, penjualan pertama dari mata uang digital ini didukung oleh hampir 140 kilogram, atau sekitar 4.938 ons, cadangan emas.

Pada hari Jumat, kontrak berjangka emas bulan Juni (GC00, GCM23) ditutup pada US$2.019,80 per ons di Comex.

Sementara pada Kamis minggu lalu, harga kontrak berjangka ditutup pada US$2.055,70, yang merupakan penutupan tertinggi kedua sepanjang sejarah untuk kontrak aktif terbanyak.

Menurut Spina, 140 kilogram emas tersebut akan bernilai sekitar US$9 juta hingga US$10 juta. “Itu hanya sejumput dalam skema besar,” katanya.

Steve H. Hanke, seorang profesor ekonomi terapan di Universitas Johns Hopkins, mengatakan kepada Market Watch bahwa mata uang digital yang didukung oleh emas yang disebut-sebut ini hanyalah scam lain yang ditawarkan oleh Bank Sentral Zimbabwe dan mafia lokal yang beroperasi di bawah bendera ZANU-PF, partai politik dominan negara tersebut.

“Halusinasi bagi siapa pun yang mengklaim bahwa mata uang digital yang didukung oleh emas Zimbabwe akan menjadi tanda kembalinya standar emas global,” kata Hanke, yang mengaku dikenal sebagai “Dokter Uang” di Zimbabwe karena telah dengan akurat mengukur dua hiperinflasi yang terjadi di negara tersebut sejak tahun 2007.

Hanke menunjukkan bahwa jika Anda memegang token ini, Anda bahkan tidak bisa menjualnya selama enam bulan, mengingat periode penguncian selama 180 hari.

“Zimbabwe sebelumnya telah memperkenalkan koin emas ke pasar sebagai sarana penyimpanan nilai – dijual kepada masyarakat pada akhir Juli tahun lalu. Namun, meskipun demikian, pertumbuhan pasokan uang terus bertambah dengan tingkat inflasi riil sekitar 400 persen,” kata Spina dari GoldSeek.com. [ab]

Terkini

Warta Korporat

Terkait