Aster resmi menggandeng World Liberty Financial (WLFI) pada Rabu (18/3/2026) untuk meluncurkan pasar perpetual berbasis stablecoin USD1 dengan struktur biaya nyaris nol.
Dalam tahap awal, pair perdagangan yang tersedia mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL), dengan lebih dari 10 pair tambahan direncanakan segera hadir.
Melalui kerja sama ini, Aster dan WLFI menghadirkan model biaya yang agresif, yakni tanpa biaya maker atau 0 basis poin serta biaya taker hanya sebesar 0,5 basis poin. Skema ini jauh lebih rendah dibandingkan pasar perpetual berbasis USDT yang umumnya mengenakan biaya sekitar 4 basis poin.
Dengan pendekatan tersebut, platform ini menargetkan peningkatan likuiditas sekaligus menarik trader aktif dan penyedia likuiditas ke dalam ekosistemnya.
USD1 dalam sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai pasangan perdagangan, tetapi juga digunakan sebagai jaminan (collateral) dan margin dengan rasio setara stablecoin utama lainnya.
Pendekatan ini menunjukkan upaya Aster dalam mendorong diversifikasi stablecoin di pasar derivatif sekaligus memperkuat posisi USD1 sebagai aset inti dalam aktivitas trading.
Aster Percepat Adopsi USD1 dengan Insentif Besar
CEO Aster, Leonard, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun fondasi likuiditas.
“Dengan memasukkan USD1 ke dalam mesin perdagangan inti kami selama fase ini, kami membangun fondasi perdagangan untuk peluncuran Aster Chain. Biaya maker 0-bps kami dirancang untuk mendorong partisipasi di pasar USD1 di Aster saat peluncuran mainnet,” ungkap Leonard dalam siaran pers, pada Kamis (18/3/2026).
Selain struktur biaya rendah, Aster juga meluncurkan program insentif berupa distribusi 2,5 juta token WLFI setiap bulan kepada pengguna yang aktif dalam perdagangan perpetual USD1. Insentif ini dirancang untuk mempercepat adopsi sekaligus meningkatkan volume perdagangan sejak fase awal peluncuran.
Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk memperkuat posisi di tengah persaingan ketat platform derivatif DeFi. Dengan kombinasi biaya rendah dan insentif besar, Aster berupaya menarik arus likuiditas yang selama ini terkonsentrasi pada platform lain.
Aster Chain Jadi Fondasi Ekosistem Trading Baru
Sebelumnya, redaksi melaporkan bahwa Aster telah resmi meluncurkan Aster Chain, sebuah blockchain layer-1 yang dirancang khusus untuk aktivitas trading derivatif dengan performa tinggi dan efisiensi biaya.
Jaringan ini diklaim mampu memproses lebih dari 100.000 transaksi per detik (TPS) dengan waktu blok sekitar 50 milidetik, serta menghadirkan pengalaman trading tanpa biaya gas.
Kemampuan tersebut memungkinkan aktivitas perdagangan on-chain mendekati performa platform terpusat (CEX), namun tetap mempertahankan prinsip desentralisasi seperti self-custody dan akses tanpa izin.
Peluncuran pasar perpetual USD1 ini menjadi bagian dari upaya membangun likuiditas sebelum ekosistem Aster Chain berkembang lebih luas.
Harga ASTER Loyo, Namun Sinyal Rebound Mulai Terlihat
Pada saat artikel ini disusun, token ASTER tercatat diperdagangkan di kisaran US$0,692 dengan penurunan sekitar 9,43 persen dalam 24 jam terakhir. Volume perdagangan spot mencapai sekitar US$62,53 juta, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran US$1,71 miliar.
Analis GainMuse dalam analisis jangka pendek mengamati bahwa pada time frame 5 menit, ASTER menunjukkan pantulan setelah tekanan jual yang agresif.

Pola yang terbentuk mengindikasikan adanya liquidity sweep yang diikuti rebound dari zona permintaan, dengan kecenderungan bias bullish selama harga mampu mempertahankan struktur higher low.
Level teknikal yang menjadi perhatian berada di area support sekitar US$0,68 dan resistance di kisaran US$0,72. Apabila harga mampu bertahan di atas support tersebut, potensi kelanjutan pemulihan tetap terbuka.
Namun, jika kembali turun di bawah level tersebut, struktur pemulihan dinilai dapat melemah dan membuka peluang penurunan lanjutan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


