Bank Sentral Filipina Siapkan Peso Digital demi Teknologi Keuangan

281

Sejumlah bank sentral di banyak negara sedang menderu mata uang digitalnya sendiri, tak terkecuali Filipina. Beberapa hari lalu mereka menegaskan bahwa peso digital digunakan untuk membantu teknologi keuangan di negaranya.

Gubernur Bank Sentral Filipina Benjamin Diokno mengatakan teknologi di balik uang digital, [yakni blockchain-Red] dapat meningkatkan layanan teknologi keuangan [fintech], karena regulator mulai mempelajari kelayakan mata uang digitalnya sendiri.

Katanya kepada Bloomberg, uang digital memperluas jangkauan dan mengurangi biaya layanan keuangan. Ini juga dapat membantu bank sentral pada akhirnya mengurangi penggunaan mata uang fiat, katanya.

Filipina mengkaji mata uang digital bank didukung oleh pemerintah pusat termasuk diskusi menyeluruh terhadap isu-isu lain, seperti stabilitas harga dan tantangan hukum.

“Sebagai otoritas moneter di Uni Eropa dan Tiongkok, mereka merespons menerbitkan mata uang digital mereka sendiri. Bank sentral juga akan menilai dampaknya pada pasar uang digital domestik yang ada dan sistem keuangan yang lebih luas,” katanya.

Filipina sejak awal mengadopsi uang digital yang lebih terbuka dan fleksibel, membuka gerbang untuk penggunaan dan perdagangan aset kripto yang relatif lebih luas seperti Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH). Ada sekitar 16 pair aset kriptp/mata uang digital berlisensi yang beroperasi di negara itu, menurut bank sentral.

BERITA TERKAIT  Bappenas: Blockchain Akan Diadopsi Luas di Indonesia

Sementara itu, di negara tetangganya, Bank of Thailand sedang menguji sistem mata uang digitalnya dengan perusahaan lokal dan ingin berlaku luas mengadopsi teknologi tersebut, kata Gubernur Veerathai Santiprabhob pada pameran fintech di Bangkok pada Jumat lalu.

Otoritas Thailand telah menguji sistem dengan pemberi pinjaman lokal dan telah melakukan beberapa transfer lintas negara dengan Otoritas Moneter Hong Kong, kata Veerathai.

Kendati tidak ada kesepakatan formal dengan otoritas lain untuk berkolaborasi dalam mata uang digital yang didukung bank sentral, Diokno mengatakan “ini akan menjadi proses yang berkelanjutan untuk berbagi pengetahuan dan komunikasi yang erat.” [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO