Beberapa tahun lalu Bank for International Settlement (BIS), berdasarkan jajak pendapat yang mereka gelar, mengatakan bahwa sejumlah besar bank sentral di dunia berencana menerbitkan versi digital mata uang mereka dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan berikut ini sudah menyediakan software-nya, Filia.

Gagasan dasar dari Mata Uang Digital Bank Sentral alias Central Bank Digital Currency (CBDC) bertolak dari masifnya penerapan teknologi blockchain di sektor keuangan, mulai dari Bitcoin (BTC), Ether (ETH), stablecoin bernilai dolar AS, USDT dan lain sebagainya yang dikenal sebagai aset kripto/cryptocurrency.

Teknologi blockchain menawarkan efisiensi dari segi kecepatan, biaya dan keamanan. Uang bisa ditransfer lintas negara dalam waktu singkat, selayaknya mengirimkan pesan lewat WhatsApp.

CBDC “yuan digital” pun dilirik dalam oleh Bank Sentral Tiongkok sejak tahun 2014, hingga Mei 2020 mereka sudah menggelar beragam ujicoba, melibatkan sejumlah bank, perusahaan restoran asing, termasuk Alipay dan WeChat Pay. Sejauh yang kita ketahuo, Tiongkok membuat sendiri teknologinya.

“CBDC bisa sebagai pelengkap (complement) bagi uang tunai untuk kebutuhan transaksi secara daring (online). CBDC juga membawa keberagaman bagi mobile payments Alipay dan WeChat Pay. Kedua entitas ini, mengendalikan 94 persen pangsa pasar mobile payments,” tulis BIS.

CBDC adalah wujud digital murni dari mata uang sebuah negara, yang bisa menggantikan uang beredar M0, yakni  jumlah uang fisik yang beredar baik kertas maupun logam.  Ini yang kelak menggantikan M1: termasuk M0 di dalamnya dan juga cek dan deposit.

BERITA TERKAIT  Bank Sentral Bahama Luncurkan Uang Digital “Sand Dollar”

Lalu M2: termasuk M1 di dalamnya ditambah dengan tabungan, deposito berjangka dengan nilai kurang dari US$100 ribu dan dana pasar uang yang dimiliki oleh investor.

Software CBDC: Filia
Nun jauh di sana, di negeri Jerman, perkembangan teknologi blockchain dan geliat CBDC ditelisik lebih dalam lagi. Adalah perusahaan percetakan uang Giesecke & Devrient (G&D) sudah mempersiakan peranti lunak (software), disebut Filia, khusus untuk CBDC itu. Kelak digunakan oleh bank sentral, bisa lebih mudah dan murah bagi mereka untuk menerbitkannya.

Filia diasaskan pada distributed ledger technology (DLT) yang sangat mirip dengan teknologi blockchain publik yang dikenal selama ini, kecuali dari aspek kendalinya, yang cenderung lebih sentralistik.

Wolfram Seidemann Kepala Teknologi Mata Uang G&D mengatakan biaya penerbitan CBDC akan jauh lebih murah daripada Bitcoin, apalagi biaya cetak uang kertas.

Kata Seidemann, Bitcoin terkenal mahal dari perspektif energi saja, berharga antara US$5.000-8.500 untuk menambang satu Bitcoin. Untuk uang kertas biayanya sekitar US$30 dan US$250 untuk merancang, memproduksi dan mengirimkan 1.000 lembar uang kertas.

“Khusus uang kertas dolar AS, biayanya US$0,077 per dolar hingga US$0,196 uang kertas bernominal US$100. Sedangkan biaya untuk membuat CBDC, pasti akan lebih murah daripada biaya menambang Bitcoin. Beri saya satu atau dua tahun dan mungkin saya bisa mengatakannya,” katanya, dilansir dari Forbes.

Dengan software itulah, G&D membuka kemungkinan bahwa CBDC dapat menghilangkan kebutuhan perantara bank komersial sepenuhnya, sebab mata uang tersebut dapat diterbitkan secara langsung daripada melalui lembaga penyimpanan.

BERITA TERKAIT  Mengupas Sosok Satoshi "Craig Wright" Nakamoto

Itu bermakna masyarakat bisa memiliki rekening secara langsung di bank sentral negara mereka. CBDC juga membantu “perbankan yang tidak memiliki rekening bank”, karena yang diperlukan untuk mengaksesnya hanyalah smartphone.

“Menyebarkan bantuan stimulus selama krisis, misalnya, bisa semudah mengirim email,” katanya.

Saat ini, G&D memiliki lebih dari 80 anak perusahaan di lima benua dan teknologi percetakan tercanggih di Jerman dan Malaysia.

Mereka merancang uang kertas khusus yang aman dan anti pemalsuan dan bahkan membantu menghancurkannya.

Sementara beberapa bank sentral juga memiliki mesin cetaknya sendiri, G&D menerima pesanan khusus untuk untuk mencetak uang dalam jumlah sangat besar, dengan berbagai fitur keamanan dan mengirimkannya berdasarkan permintaan.

BERITA TERKAIT  ConsenSys dan AMD Kembangkan Cloud Computing Berbasis Ethereum

Selama bertahun-tahun, G&D telah memainkan peran di balik layar dalam sejarah moneter dunia, termasuk bagian dari hiperinflasi Republik Weimar (nama lampau untuk Jerman) pasca Perang Dunia I.

Pada tahun 1936 G&D juga mencetak tiket Olimpiade Berlin ketika Jerman dipimpin oleh Hitler. Dalam satu dekade, perusahaan itu mencetak setengah dari uang kertas Bundesbank (bank sentral Jerman) dan telah berkembang ke luar negeri. G&D adalah vendor bagi pemerintahan Mugabe yang korup di Zimbabwe sejak tahun 1960-an. [Forbes/red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO