Binance Akui Kehilangan 90 Persen Pengguna Gegara Ini, CZ: Itu Tidak Benar

Bursa kripto Binance akui telah kehilangan 90 persen pengguna setelah menerapkan KYC yang lebih ketat pada bulan Juli tahun lalu. Namun, Changpeng Zhao (CZ), Pendiri dan CEO Binance mengatakan, bahwa informasi itu adalah keliru.

Sejak maraknya aksi kejahatan dan tindak ilegal lainnya yang memanfaatkan aset kripto, beberapa bursa kripto mulai diwajibkan untuk menerapkan KYC (Know Your Customer).

KYC diharapkan dapat meminimalisir pengguna untuk memanfaatkan kripto sebagai media pencucian uang, pendanaan teroris dan lain sebagainya karena mereka harus menyerahkan data identitas diri, tak lagi anonim.

Dampak Penerapan KYC pada Bursa Kripto Binance 

Dalam wawancara Reuters bersama tiga eksekutif Binance yang dirangkum oleh Coindesk, penerapan KYC pada bursa telah menimbulkan kerugian senilai milyaran dolar AS.

Reuters telah mewawancarai Pemimpin Tim Investigasi Binance, Tigran Gambaryan dan Matthew Price, serta Kepala Kepatuhan Sanksi Global, Chagri Poyraz.

Dalam wawancara, mereka juga membantah sejumlah tuduhan, termasuk tuduhan memfasilitasi lebih banyak pencucian uang daripada bursa kripto lainnya dan telah menjadi sarang kriminalitas.

Meski telah kehilangan 90 persen pengguna dan kehilangan banyak pendapatan potensial, Gambaryan mengklaim bahwa Binance masih menjadi bursa yang lebih besar atau sama dengan para pesaing.

“Binance lebih baik atau sama dengan kebanyakan bursa. Layanan kami secara drastis lebih baik daripada Kraken, lebih baik dari Coinbase di beberapa area dan lebih buruk di beberapa area. Tapi, tidak ada satu pun yang berbeda,” ujar Gambaryan, dilansir dari Finbold.

CZ: Itu Tidak Benar

Tetapi, tak lama setelah rilisnya wawancara tersebut di Coindesk, CEO Binance, Changpeng Zhao, telah mengonfirmasi bahwa angka 90 persen itu adalah kesalahan. Namun, tidak dijelaskan berapa angka yang seharusnya.

Penerapan KYC itu sendiri adalah jumlah penarikan minimum BTC pada akun pengguna yang belum lolos KYC telah turun drastis, dari 2 BTC menjadi 0,06 BTC saja.

Selain itu, eksekutif tersebut juga mengklaim bahwa mereka telah aktif di berbagai yurisdiksi hukum, sehingga diakui bahwa mereka perlu lebih ketat di negara seperti Prancis, Dubai dan Italia.

“Ada perbedaan besar [dalam jumlah kegiatan terlarang], tidak hanya dalam deposito, jika Anda melihat persentase total transaksi. Binance secara eksponensial lebih besar dari para pesaingnya,” tambah Gambaryan.

Itu juga menjadi dasar mampunya Binance melengserkan Coinbase dalam hal bursa dengan Bitcoin paling banyak dipegang secara global.

Coindesk pun akhirnya meralat liputannya itu di bagian awal artikel: “Mengklarifikasi judul dan memperbaiki transkrip untuk mencerminkan bahwa itu bukan penambahan pemeriksaan identitas pelanggan Anda (KYC), melainkan tindakan anti pencucian uang (AML) dari menghapus akun yang terkena sanksi sebagian karena mereka belum melalui KYC, yang menghabiskan miliaran pendapatan Binance. Juga mengoreksi nama departemen eksekutif (penyelidikan, yang melapor ke kepatuhan tetapi terpisah).” [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait