Pasar kripto terus bergerak dinamis di tengah berbagai faktor makroekonomi dan kebijakan global yang mempengaruhi pergerakannya. Laporan terbaru Binance dalam Monthly Market Insights yang dirilis pada 4 April 2025 mengungkapkan bahwa meskipun terjadi gejolak, prospeknya tetap positif.
Gejolak Pasar Kripto dan Dampaknya pada Investor
Berdasarkan data dalam riset tersebut, pasar kripto mengalami penurunan sebesar 4,4 persen sepanjang Maret 2025. Tekanan ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian akibat kebijakan tarif baru AS oleh Trump, kebijakan The Fed, serta meningkatnya volatilitas di pasar keuangan.

Sebelum pengumuman tarif, harga Bitcoin sempat mencapai US$87.000, namun kemudian turun ke US$83.000. Penurunan ini mencerminkan reaksi industri kripto terhadap kebijakan yang semakin tidak menentu. Meskipun demikian, tekanan ini tidak sepenuhnya menghilangkan optimisme investor.
Laporan Binance mencatat bahwa investor dan trader tetap yakin terhadap aset ini. Salah satu faktornya adalah pembentukan Strategic Bitcoin Reserve, yang dianggap sebagai sinyal bullish jangka panjang serta mencerminkan pertumbuhan industri kripto yang semakin matang.
Meme Coin Lesu, Bitcoin Tetap Kokoh
Sementara itu, lonjakan volatilitas turut mengguncang pasar meme coin. Salah satu platform peluncuran koin meme yang populer di dunia kripto, Pump.fun, mengalami penurunan aktivitas yang signifikan di Solana.

Data Binance menunjukkan bahwa volume perdagangan di platform tersebut merosot 69,9 persen, dari US$33,3 miliar menjadi hanya US$1 miliar. Selain itu, jumlah dompet turun 45,1 persen menjadi 1,44 juta, sementara pembuatan meme coin baru anjlok 51,8 persen.
Fenomena runtuhnya tren meme coin di pasar kripto diperburuk oleh tren spekulatif seputar token bertema Trump yang gagal mempertahankan daya tariknya. Sebaliknya, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama investor, terlihat dari lonjakan BTCFi pada riset lainnya.
“Bitcoin DeFi (BTCFi) telah menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat, dengan total nilai terkunci (TVL) melonjak 2.767 persen, dari US$0,3 miliar menjadi US$8,6 miliar dalam setahun terakhir,” jelas tim riset Binance dalam laporannya.

Binance Wallet Unggul, Uniswap Kehilangan Dominasi
Selain Bitcoin dan meme coin, laporan Binance juga mengulas perubahan dinamika di pasar decentralized exchange (DEX). Uniswap, yang selama ini mendominasi pasar DEX terlihat kehilangan dominasinya dalam setahun terakhir.
“Uniswap, yang secara tradisional merupakan DEX terkemuka, mengalami penurunan pangsa pasar secara signifikan, dari 45 persen tahun lalu menjadi 29 persen per Maret 2025,” sebagaimana tercantum pada laporan tersebut.
Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya persaingan di dunia kripto, khususnya dari PancakeSwap dan Raydium, yang menawarkan biaya transaksi lebih rendah serta berbagai insentif bagi trader dan investor.

Tidak hanya itu saja, terjadi juga pergeseran dominasi yang semakin jelas dalam penggunaan dompet kripto, dengan Binance Wallet yang kini terlihat semakin memimpin dengan lebih dari 50 persen pangsa pasar.
Hal ini tampaknya didorong oleh gangguan layanan yang berkepanjangan pada agregator DEX OKX, yang pada akhirnya memicu migrasi besar-besaran pengguna ke Binance Wallet demi pengalaman yang lebih stabil.
Selain itu, peningkatan ini juga semakin diperkuat oleh ekosistem BNB Chain yang terus berkembang pesat, serta peluncuran berbagai fitur inovatif baru yang sukses menarik minat investor di pasar kripto.
Prospek Jangka Panjang Kripto Masih Kuat
Meskipun pasar kripto menghadapi tantangan, seperti ketidakpastian kebijakan tarif dan dinamika moneter global, laporan Binance menunjukkan bahwa Bitcoin tetap menjadi aset utama pilihan investor kripto.
Dengan pertumbuhan pesat BTCFi serta meningkatnya minat investor institusional terhadap Bitcoin dan altcoin, prospek jangka panjang industri kripto tampaknya tetap solid dan menjanjikan. [dp]