Bloomberg Intelligence, dalam kajian terbarunya, menyebutkan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$40-55 ribu per BTC pada tahun 2021 dan 2022. Ketika itu kapitalisasi pasarnya bisa mencapai US$1 triliun.

Disebutkan, bahwa berdasarkan data historis, hanya masalah waktu bagi Bitcoin untuk mencapai kapitalisasi pasar US$1 triliun dibandingkan sekitar US$300 miliar pada 13 November 2020.

Bagan menunjukkan $ 50.000 Baik Resistensi Bitcoin 2021

Katanya, meningkatnya permintaan, adopsi dan minat dibandingkan terbatasnya pasokan Bitcoin baru, menunjukkan aset kripto besar itu akan tetap bertahan.

Bagan yang menunjukkan Bitcoin Jauh Dari Terlalu Panas

“Grafik kami menggambarkan garis regresi kapitalisasi pasarnya sejak US$10 miliar pada tahun 2013 dengan kecepatan mencapai US$1 triliun pada sekitar tahun 2022, menyiratkan harga sekitar US$55.000 dibandingkan harga saat ini sekitar US$16.000. Jika masa depan sejalan dengan tahun-tahun pasca-Halving tahun 2013 dan 2017, dan kematangan sekitar seperempat dari kenaikan tahun 2017, maka Bitcoin dapat mencapai setidaknya US$40.000 pada tahun 2021,” sebut Mike McGlone, dari Bloomberg Intelligence dalam “Bloomberg Crypto Outlook”, 3 Desember 2020.

Pesan Rahasia Beberapa Menit Sebelum Bitcoin Halving

Grafik menunjukkan Kapitalisasi Pasar $ 1 Triliun Berikutnya, Resistensi Bitcoin Besar

2020 dan Adopsi Arus Utama Terhadap Bitcoin
Bloomberg juga menyebutkan bahwa tahun 2020 adalah titik kunci evolusi bagi Bitcoin untuk masuk ke arus utama, karena diperdagangkan di bursa efek, dijadikan sebagai alokasi kas perusahaan, dan investasi oleh beberapa miliarder.

BERITA TERKAIT  Gaji PNS Kota Miami Kelak Berupa Bitcoin

“Penguatan harga terbaik di tahun 2020 adalah di sekitar US$10.000 sebagai support. Grafik kami menggambarkan sekitar US$50.000 sebagai resistensi target 2021 yang baik, atau sekitar kapitalisasi pasar US$1 triliun versus mendekati US$350 juta pada Desember 2020, menyusul Bitcoin Halving,” kata McGlone.

Bull run pada tahun 2017 mengikuti pola Halving tahun 2016. Ini serupa dengan yang terjadi pada terjadi pada 2012-2013.

“Makroekonomi dan permintaan yang menguntungkan menunjukkan hal yang sama untuk Bitcoin,” sebutnya.

Fondasi Bitcoin Mungkin Lebih Kuat daripada Tahun 2017
Matangnya pasar Bitcoin saat ini, diharapkan harga Raja Aset Kripto itu terus menguat, tetapi dengan kecepatan yang lebih lambat.

“Menipisnya pasokan, meningkatnya permintaan dan dukungan adopsi yang lebih luas, grafik kami menunjukkan Bitcoin mungkin terhenti sekitar US$19.000-20.000 selama beberapa bulan, jika peninjauan kembali tertinggi sebelumnya di kuartal pertama tahun 2017 sebagai acuan. Perbedaan besar adalah bahwa hanya 900 BTC baru yang ditambang setiap hari dibandingkan 1.800 BTC baru setiap hari pada tahun 2017,” ungkap McGlone. Kajian selengkapnya bisa diunduh di sini. [red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO