Bos Indodax: Terikat Peraturan, Mustahil Kami Membuat DEX

7048

Mengacu pada peraturan aset kripto yang diterbitkan oleh Bappebti, CEO Indodax Oscar Darmawan menegaskan, mustahil bagi perusahaannya untuk membuat decentralized exchange (DEX) seperti yang dikebut oleh sejumlah bursa kripto popular di luar negeri.

“Dalam peraturan Bappebti ditegaskan bahwa perlu pengelolaan AML (anti money laundering) dan KYC (know your customer) yang seksama. Itu semua demi kepentingan keamanan dan perlindungan pengguna Indodax sendiri. Jadi, mustahil bagi Indodax untuk membuat DEX, karena secara hukum kami terikat dengan peraturan itu dan sejumlah peraturan terkait lainnya,” kata Oscar Darmawan di ajang BlockCommunity di Medan, Sabtu, 30 Maret.

IKLAN

Kata Oscar, sebagai salah satu bursa kripto perintis di Indonesia, Indodax akan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada penggunanya. Selain dengan cepat merespons kendala yang dihadapi pengguna, kami juga berencana akan meluncurkan platform khusus untuk edukasi aset kripto.

BERITA TERKAIT  Debat (Lagi) Bitcoin versus Emas

“Kami sangat banyak berinvestasi mulai dari promosi hingga aspek edukasi. Kami berharap, melalui online platform edukasi ini masyarakat awam dapat belajar lebih dalam lagi tentang teknologi blockchain, aset kripto hingga belajar melakukan technical analysis,” tegasnya.

Di kesempatan lalu, di Jakarta, Oscar mengatakan, saat ini Indodax mempunyai lebih dari 1,5 juta orang pengguna dengan lebih dari 300 pengguna baru setiap hari bergabung. Saat ini 99 persen pengguna Indodax berasal dari Indonesia, dan ada beberapa dari negara tetangga seperti Korea Selatan, Malaysia, India, Filipina dan negara-negara lainnya.

Rata-rata transaksi bulanan jual beli kripto aset di Indodax, menurut Oscar, sekitar US$500 juta dengan volume transaksi per hari mencapai US$3 juta hingga US$20 juta.Tahun 2019 ini, Indodax menargetkan jumlah penggunanya mencapai 2 juta orang. [vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini

Berita sebelumyaEOS dan TRON Hantam Pangsa Pasar Ethereum?
Berita berikutnyaDanny Baskara Pastikan Vexanium Bikin Blockchain Sendiri
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).