Bursa Berjangka Jakarta Gandeng Perusahaan Australia Kembangkan Bursa Berbasis Blockchain

71

Upaya membawa blockchain di industri jasa keuangan di seluruh Asia Pasifik perlahan-lahan mulai dilakukan. Terbaru, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) menjalin kemitraan dengan dua perusahaan Australia Kinesis Money dan Allocated Bullion Exchange (ABX) untuk mengembangkan bursa berbasis blockchain di Indonesia.

“Semakin jelas bagi kami bahwa manfaat dari distributed ledger technology atau blockchain akan membuka nilai luar biasa besar bagi Indonesia dan orang Indonesia,” kata Presiden JFX Stephanus Paulus Lumintang dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir techwireasia, Senin (19/11).

Peraturan terkait blockchain di Indonesia sedang dalam proses, sesuatu yang digambarkan Lumintang sebagai tantangan tetapi sangat penting. Dia yakin bahwa BBJ siap menjadi bursa berbasis blockchain yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang mungkin datang.

“Kemitraan masa depan kami dengan Kinesis dan ABX memungkinkan kami untuk tidak hanya memanfaatkan berbagai keuntungan ini, tetapi juga untuk menciptakan jaringan blockchain yang aman dan transparan yang menyediakan alternatif yang kredibel untuk sistem bursa yang ada,” katanya.

Kinesis and ABX, sebelumnya sudah mengembangkan sebuah sistem uang digital berbasis aset, yakni emas dan perak, sebagai basisnya. Uang digitak ini dipertukarkan di Kinesis Blockchain Exchange, yang merupakan bagian dari Stellar Network.

Jaringan ini mampu memproses 300 transaksi per detik dan terintegrasi dengan mobile banking dan layanan pertukaran uang fiat. ABX telah bekerjasama dengan BBJ dalam memperluas investasi emas ke Indonesia dan sekarang kedua perusahaan tersebut meluncurkan produk syariah untuk kontrak fisik emas setelah mendapatkan izin dari regulator Indonesia dan Dewan Syariah Nasional.

BBJ mengatakan, kolaborasi dengan Kinesis dan ABX terkait blockchain merupakan bagian dari pengembangan alamiah BBJ dan visi pemerintah Indonesia.

CEO Kinesis dan ABX, Thomas Coughlin mengatakan, jaringan blockchain yang mereka miliki dan kembangkan menciptakan sistem moneter lengkap yang memungkinkan aset fisik nyata untuk ditransaksikan dan dipertukarkan secara digital, dengan kecepatan dan biaya rendah.

“Kami percaya bahwa integrasi fisik logam mulia dan teknologi blockchain memberikan nilai luar biasa bagi pasar Indonesia. Dengan ketertarikan ganda pada emas dan dalam blockchain. Kami berharap dapat melanjutkan kemitraan kami dengan JFX untuk mewujudkan ini,” ujarnya. [jul]

 

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Hubungi Kami