Bursa Kripto Asing Terus Masuk ke Indonesia, Apa Kata Pemain Lama?

236

Bursa kripto di Indonesia terus bermunculan. Di awal 2019 ini, Upbit asal Korea Selatan mulai masuk pasar Indonesia, setelah sebelumnya sudah beroperasi di Korea dan Singapura. Bursa yang berdiri tahun 2017 ini rencananya akan memperdagangkan lebih dari 150 aset kripto dan secara resmi akan diluncurkan di Jakarta pada Selasa (29/1).

Bukan baru tahun ini, Indonesia kedatangan “tamu” dari luar di dunia perdagangan kripto. Tahun 2015, Luno yang bermarkas di London sudah masuk ke Indonesia. Kini Luno memperdagangkan dua aset kripto yaitu Bitcoin dan Ethereum.

Tahun 2018 lalu, seiring dengan popularitas kripto yang menanjak sejak kenaikan tinggi di 2017, pemain-pemain dari luar terus berdatangan. Dalam catatan Blockchainmedia.id, tahun 2018 lalu ada tiga bursa kripto dari luar yang mulai beroperasi. Pertama, Coinone asal Korea Selatan, yang sudah mulai menjajaki pasar Indonesia sejak April dan resmi membuka kantor di Indonesia pada Agustus 2018 dan beroperasi dengan nama Coinone Indonesia.

Setelah Coinone Indonesia, pelaku industri kripto tanah air kembali kedatangan tamu dari luar, yaitu Bitradx asal negeri jiran Malaysia yang beroperasi pada akhir Agustus dan Huobi Pro asal Tiongkok yang remsi beroperasi pada awal September 2018.

Selain pemain dari luar, beberapa bursa kripto lokal juga sudah eksis lebih dahulu. Sejak 2014 sudah ada Indodax yang sebelumnya bernama Bitcoin Indonesia dan ada juga Triv. Tahun 2018 juga sudah mulai berdiri sejumlah kripto baru seperti Rekeningku.com, Tokocrypto, Nucex, Nusax, Biido, dan Bitocto.

Namun demikian belum ada data pasti berapa jumlah masyarakat Indonesia yang menjadi investor dan trader aset digital ini. Indodax sebagai pemain yang cukup lama mencaantumkan angka pengguna sekitar 1,5 juta, angka yang terbilang cukup besar mengingat kripto ini adalah aset baru dan masih dihiasi kontroversi.

Munculnya bursa-bursa kripto yang baru tentu menambah semarak perdagangan kripto di Indonesia. Di sisi lain ini juga menjadi catatan kepada pemerintah agar segera menerbitkan aturan teknis soal perdagangan kripto ini untuk memberikan perlindungan kepada konsumen jika sewaktu-waktu terjadi perselisihan.

Teguh Harmanda CCO Tokocrypto mengatakan, pada prinsipnya Tokocrypto menjalankan visi dan misi sebagai exchange yang teraman, terinstan, termudah dan paling sederhana untuk transaksi aset kripto di Indonesia.

“Selain itu kami juga terus mensosialisasikan tentang Toko News, Toko Outreach dan juga Toko Launchpad. Dan yang tidak kalah penting adalah program Pojok Kripto, sebagai wadah masyarakat untuk lebih mengenal aset kripto dan bisa langsung untuk trading. Tokocrypto juga memiliki rencana untuk menjadi exchange yang banyak memperjualbelikan stable coin di Indonesia. Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari pihak dalam industri yang sama, sisi pemerintahan, maupun komunitas terkait lainnya,” tegasnya.

Sumardi Fung, Pendiri & CEO Rekeningku.com mengatakan, masuknya pemain-pemain baru ini justru bagus bagi pengguna.

“Karena akan semakin banyak pilihan,” ujarnya kepada Blockchainmedia.id.

Sheila Suekto, Head of Business Strategy Coinone Indonesia juga melihat kehadiran pemain-pemain baru ini baik bagi investor atau trader kripto di Indonesia. Menurutnya, semakin banyak platform yang masuk ke Indonesia, membuktikan bahwa Indonesia memang pasar yang potensial untuk perkembangan industri kripto.

“Dan tentunya akan membantu dari sisi edukasi ke market juga agar semakin banyak orang Indonesia yang mengenal kripto,” ujarnya.

Sumardi menambahkan, agar tetap menjadi pilihan pengguna di saat pilihan lain semakin banyak, Rekeningku.com tetap mengedepankan aspek keamanan, likuiditas dan layanan yang baik.

Withdraw under 30 menit,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, menurut Sumardi, Rekeningku.com juga akan merilis mobile application agar memudahkan pengguna dalam bertransaksi.

“Jikalau tak ada halangan, platform mobile kami luncurkan pada Februari minggu ketiga,” ujarnya.

Coinone Indonesia juga punya strategi agar tetap menjadi pilihan pengguna. “Dari sisi platform, kami ini menempatkan diri sebagai the gateway of blockchain. Tugas kami adalah menjembatani orang untuk bisa mengenal blockchain dan kripto dengan cara yang menarik. Makanya, kami sering menyelenggarakan event-event menarik untuk pengguna kami, seperti lelang coin (Coin Auction), Airdrop Listing event, dan lain-lain,” ujar Sheila.

Coinone Indonesia, lanjutnya, juga akan terus menambah jumlah aset yang diperdagangkan. “Untuk tahun ini kami akan terus menjual koin yang memang secara proyek mempunyai nilai tinggi. Salah satunya EOS yang akan mulai “melantai” pada minggu ini,” ujarnya. [jul]

 

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini