Cara Mudah Beli dan Jual Bitcoin di Indonesia

4741

Cara mudah beli dan jual Bitcoin bukanlah isapan jempol, sebab memang nyata semudah membeli jam tangan di toko online. Pun aman lagi terjamin, karena beberapa bursa aset kripto di Indonesia kini sudah mendapatkan izin dari Bappebti.

IKLAN

Jangan Keliru Pilih Bursa
Serupa dengan toko online, bursa (pasar) aset kripto untuk membeli aset kripto Bitcoin mudah ditemukan di Internet. Tapi, Anda patut waspada, jangan sampai keliru memilihnya.

Di Indonesia sendiri, ada lebih dari 12 bursa aset kripto yang beroperasi dan sudah berbadan hukum. Tetapi, masih sedikit yang mengantongi izin dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) dan punya sertifikat keamanan berstandar internasional.

Bursa jual-beli aset kripto Triv.co.id dan Tpro.co.id misalnya, sudah mengantongi dua keunggulan itu dan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi ribuan penggunanya.

Daftar dan Selesaikan Syarat KYC
Lakukan pendaftaran akun baru di Triv. Di laman sign up, masukkan nama Anda (sesuai dengan KTP atau paspor), alamat e-mail dan password.

Lalu verifikasi e-mail Anda dengan mengklik tautan khusus yang dikirimkan oleh Triv. Periksalah spam folder jikalau tak muncul di Inbox.

Setelah verifikasi, maka Anda sah mempunyai akun baru di Triv. Di tahap ini, Anda belum bisa melakukan jual-beli Bitcoin, kecuali melakukan deposit (penyetoran) rupiah ke akun Anda.

Setelah itu, login ke akun dan selesaikan proses KYC (know your customer) sesuai petunjuk dari Triv. KYC adalah syarat mutlak dalam jual-beli produk terkait investasi, termasuk Bitcoin ini. Sama seperti yang dilakukan oleh bank ataupun pialang produk saham.

Kalau KYC di bursa kripto, Anda cukup menyiapkan salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor dan swafoto yang menampilkan gambar wajah dan tanda tangan Anda. Kirim itu semua ke Triv melalui akun Anda.

BERITA TERKAIT  Siap-siap, Bitcoin Bergerak Liar dalam Waktu Dekat

Jangan lupa masukkan nomor rekening bank yang nama pemegangnya sama seperti KTP. Tidak boleh berbeda.

Selain itu ada borang (formulir) yang harus Anda isi dan dikirimkan ke Triv. Tunggulah sampai pihak Triv mengonfirmasinya. Biasanya kurang dari 24 jam, prosesnya selesai.

Cara Pembayaran
Beragam cara pembayaran adalah sebuah keistimewaaan sendiri. Untuk melakukan deposit (penyetoran) rupiah ke Triv, selain menggunakan transfer antar bank, bisa juga menggunakan aplikasi DANA, OVO, melalui Pos Indonesia, Indomaret dan lain sebagainya.

Penyetoran juga tidak perlu waktu lama. Hanya beberapa detik atau menit saja, dana sudah masuk ke akun Anda.

Membeli dan Menjual Bitcoin
Anda tak perlu membeli 1 Bitcoin yang sekarang harganya sudah ratusan juta rupiah. Di bursa aset kripto manapun, termasuk di Triv, Anda bisa membeli Bitcoin mulai dari 100 ribu rupiah.

BERITA TERKAIT  Bursa Kripto Triv: Bitcoin, Investasi yang Cocok bagi Kaum Milenial

Di Triv, setelah Bitcoin Anda jual, Anda dapat menariknya (withdraw) menjadi uang rupiah ke rekening bank, OVO ataupun DANA. Prosesnya pun tak sampai satu menit.

Harga Bitcoin itu bersifat fluktuatif (naik-turun dalam jangka waktu tertentu) sama seperti harga saham. Hanya saja, harga Bitcoin lebih fluktuatif lagi daripada saham. Faktor penyebabnya (salah satunya), adalah karena perdagangan Bitcoin berlangsung 24 jam penuh, 365 hari penuh, tanpa libur.

Faktor lainnya, pasar Bitcoin relatif bebas, karena Anda dapat menjual dan membeli Bitcoin dalam jumlah besar sekalipun.

Berbeda dengan pasar efek (saham, obligasi dan lain-lain), misalnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasar hanya dibuka Senin-Jumat, mulai pagi hingga sore hari. Selebihnya libur, tak ada aktivitas perdagangan. Pun ketika ada penjualan saham dalam jumlah besar di BEI, pihak BEI berhak menghentikan perdagangan sementara.

BERITA TERKAIT  Bos Triv: Sebelum Halving Day 2020, Harga Bitcoin Akan Naik

Permintaan dan Penawaran
Naik turunnya harga Bitcoin terjadi karena adanya perbedaan antara jumlah permintaan/pembelian (demand) dan penawaran/penjualan (supply) terhadap aset kripto itu.

Ketika harga Bitcoin turun, itu artinya ada beberapa pihak yang menjual Bitcoin yang dimilikinya guna meraih keuntungan, sehingga jumlah Bitcoin di pasar lebih banyak daripada sebelumnya.

Sebaliknya, ketika harga Bitcoin naik, itu berarti banyak pihak yang membelinya, sehingga jumlah Bitcoin di pasar lebih sedikit daripada yang bisa dijual.

Contoh Raih Profit
Sebagai contoh, jikalau Anda rutin membeli Bitcoin setiap awal bulan senilai Rp1.400.000, mulai Januari 2019 hingga Juli 2019, Anda bisa meraih untung lebih dari 200 persen.

Strategi CDA, di mana Anda menabung Bitcoin secara rutin pada tanggal 1 setiap bulan, selama 7 bulan (1 Januari 2019-1 Juli 2019), dengan kelipatan US$100 (Rp1.400.000).

Tapi, sejak Juli 2019, harga Bitcoin turun dari sekitar US$13.000 per BTC menjadi serendah-rendahnya US$6.600 pada pertengahan 2019. Sejak saat itu pula Bitcoin naik kembali, hingga mampu menembus kembali lebih dari US$10.000 pada Minggu (9 Februari 2020).

Contoh lainnya, jika Anda mulai membeli 1 Bitcoin pada Januari 2020 lalu menjualnya pada 9 Februari 2020, maka imbal hasilnya mencapai 40 persen. [Red]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini