Chainlink Buka Jurus Baru di Soneium, Bikin Dev Makin Leluasa

Setelah sebelumnya membawa teknologi lintas jaringan dan data real-time ke jaringan Soneium, Chainlink kini melanjutkan ekspansinya dengan menghadirkan dua fitur andalannya, yaitu Verifiable Random Function (VRF) dan Functions, ke dalam ekosistem blockchain tersebut.

Pengumuman ini disambut antusias oleh komunitas pengembang karena membuka jalan bagi pengembangan aplikasi Web3 yang jauh lebih fleksibel dan mendalam.

Soneium, yang dikembangkan oleh Sony Block Solutions Labs, bukanlah nama sembarangan di dunia blockchain. Meski masih terbilang baru, proyek ini dengan cepat menarik perhatian karena memadukan teknologi milik raksasa asal Jepang dengan pendekatan blockchain yang terbuka dan modular.

Langkah mereka menggandeng Chainlink sebagai mitra strategis bukan hanya wujud kepercayaan, tapi juga pernyataan bahwa mereka ingin bermain di level yang lebih tinggi.

Teknologi VRF Chainlink Bikin Undian Blockchain Makin Fair

Masuknya VRF Chainlink ke Soneium membawa warna baru bagi aplikasi seperti game blockchain, lotere terdesentralisasi dan distribusi NFT. Di permukaan, VRF terdengar seperti generator angka acak biasa. Tapi, ini bukan sekadar acak-acak berhadiah.

Teknologi ini memungkinkan siapa pun untuk memverifikasi bahwa angka acak yang dihasilkan benar-benar fair dan tidak bisa dimanipulasi.

Bayangkan kamu ikut undian NFT dan kalah. Biasanya, kamu hanya bisa pasrah dan berharap sistemnya jujur. Tapi dengan VRF, kamu bisa mengecek sendiri apakah angka acak pemenang memang sah.

Transparansi semacam ini membuat pengguna merasa lebih nyaman, apalagi di tengah banyaknya proyek blockchain yang masih belum sepenuhnya transparan.

Functions: Jembatan Dunia Nyata dan Kontrak Pintar

Di sisi lain, Functions membawa kontrak pintar Soneium ke level yang lebih tinggi. Fitur ini memungkinkan pengembang untuk menghubungkan kontrak pintar langsung dengan data dari dunia nyata, seperti cuaca, hasil pemilu, atau bahkan data dari sensor IoT.

Selama ini, kontrak pintar hanya beroperasi dalam ‘gelembung’ blockchain, terputus dari kenyataan di luar sana.

Dengan Functions, pengembang kini bisa membangun aplikasi yang benar-benar responsif terhadap dunia sekitar. Misalnya, game yang memberikan hadiah berdasarkan data cuaca harian, atau asuransi pertanian yang langsung aktif saat curah hujan turun di bawah ambang tertentu.

Fitur ini bukan hanya memperkaya fungsi aplikasi, tapi juga memberi pengalaman pengguna yang lebih realistis dan kontekstual.

Bagian dari Kolaborasi yang Lebih Luas

Masuknya VRF dan Functions ke Soneium adalah bagian dari kolaborasi yang lebih luas antara dua entitas ini. Sebelumnya, Chainlink telah membawa CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol), Data Feeds dan Data Streams ke dalam jaringan Soneium.

Ini menciptakan ekosistem yang tak hanya saling terhubung, tapi juga sangat tangguh dalam memproses data real-time dan melakukan komunikasi lintas jaringan.

Dengan semakin banyaknya fitur Chainlink yang terintegrasi, Soneium kini menjadi salah satu blockchain yang paling siap untuk mendukung aplikasi Web3 masa depan, terutama bagi pengembang yang ingin membangun solusi kompleks tanpa harus membuat semua komponen dari nol.

Ini seperti membangun rumah dengan bantuan tenaga ahli dan peralatan canggih, bukan hanya mengandalkan palu dan paku.

Menatap Potensi Besar Soneium

Langkah Chainlink ini juga bisa dibaca sebagai sinyal bahwa Soneium punya masa depan yang menjanjikan. Di saat banyak jaringan blockchain bersaing menawarkan throughput tinggi atau biaya rendah, Soneium memilih jalur berbeda, yakni membangun fondasi teknologi yang benar-benar modular dan terhubung dengan standar industri.

Tidak heran jika proyek ini menjadi bagian dari program Chainlink SCALE, yang ditujukan untuk mempercepat adopsi dan efisiensi penggunaan layanan oracle di berbagai jaringan baru.

Namun demikian, meski infrastruktur sudah tersedia, pertanyaan yang tersisa adalah, apakah para pengembang dan pengguna akan segera memanfaatkan potensi ini? Jawabannya mungkin belum terlihat sekarang.

Tapi jika kita belajar dari sejarah dunia teknologi, jaringan yang menyediakan alat paling fleksibel seringkali akan menjadi pilihan utama ketika “waktu panennya” tiba. [st]

Terkini

Warta Korporat

Terkait