Mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mendapat grasi dari Presiden Donald Trump minggu ini — langkah yang langsung mengguncang publik. Tak lama setelah kabar tersebut merebak, perhatian pun beralih pada mantan CEO FTX, Sam Bankman-Fried (SBF), yang kini tengah menjalani hukuman penjara. Apakah Trump akan memberikan pengampunan serupa kepada SBF?
Peluang SBF Mendapat Grasi Mulai Menguat
Menurut data dari platform prediksi Polymarket, peluang SBF untuk mendapatkan grasi dari Trump melonjak hanya dalam waktu 12 jam — dari 5,6 persen menjadi 12 persen. Kenaikan mendadak ini terjadi tak lama setelah mantan CEO Binance menerima grasi.
Pasar taruhan bertajuk “Who will Trump pardon in 2025” mencatat lebih dari US$6,6 juta dalam taruhan, termasuk US$330.000 yang dipasang untuk nama SBF. Antusiasme ini menunjukkan meningkatnya keyakinan bahwa Trump mungkin akan mengambil langkah serupa terhadap mantan bos FTX tersebut.
Di sisi lain, pasar terpisah yang memprediksi apakah SBF akan “dibebaskan dari tahanan pada 2025” juga menunjukkan pergerakan signifikan. Persentase peluangnya sempat naik dari 4 persen menjadi 19 persen sebelum akhirnya turun ke 18 persen — tetap jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Lonjakan ini dinilai mencerminkan pandangan politis, bukan sekadar spekulasi. Banyak pihak menilai bahwa apa pun bisa terjadi di bawah pemerintahan Trump, apalagi setelah keputusan mengejutkan terkait grasi CZ. Namun, peluang itu tetap tergolong kecil dari perspektif hukum formal.
SBF sendiri saat ini masih menjalani hukuman 25 tahun penjara atas kasus penipuan dan pencucian uang. Ia telah mengajukan banding untuk meringankan vonis tersebut, namun prosesnya diperkirakan tidak akan membuahkan hasil signifikan dalam waktu dekat.
CZ Hanya Langgar Aturan, SBF Lakukan Penipuan
Keputusan Trump untuk memberikan grasi kepada Changpeng Zhao memicu perdebatan luas tentang keadilan dan konsistensi hukum di dunia kripto. Banyak pihak mempertanyakan alasan di balik langkah tersebut, mengingat CZ baru saja menyelesaikan hukuman empat bulan penjara atas pelanggaran aturan Anti-Money Laundering (AML) di AS.
Presiden AS tersebut membela keputusannya dengan menyebut bahwa tindakan yang dilakukan CZ “bukanlah suatu kejahatan” dan menuding pemerintahan presiden sebelumnya telah melakukan “persekusi politik.”
“Saya tidak mengenalnya, saya rasa saya belum pernah bertemu dengannya, tapi saya diberi tahu bahwa dia memiliki banyak dukungan, dan mereka mengatakan apa yang dia lakukan bahkan bukan kejahatan, itu bukan kejahatan, dia hanya dianiaya oleh Biden,” tegas Trump pada Kamis (23/10/2025).
Namun, perbandingan antara Changpeng Zhao dan Sam Bankman-Fried (SBF) segera mencuat ke publik. CZ dinyatakan bersalah atas pelanggaran administratif terkait Anti-Money Laundering, sementara SBF terlibat dalam skandal besar yang mengguncang industri kripto.
SBF divonis 25 tahun penjara atas tuduhan penipuan dan konspirasi pencucian uang yang melibatkan miliaran dolar dana nasabah FTX. Banyak pihak menilai kedua kasus itu tak sebanding — satu berkaitan dengan kelalaian regulasi, sementara yang lain merupakan penipuan dengan dampak moral dan ekonomi yang lebih besar.
Berbagai pandangan juga datang dari figur ternama di industri, salah satunya pengacara kripto Jake Chervinsky yang mengatakan ia akan “sangat terkejut” jika Trump memberikan grasi kepada SBF.
“SBF adalah pendonor besar Partai Demokrat sebelum FTX runtuh pada November 2022. Namanya kini setengah jadi lelucon, setengah jadi kutukan di Washington. Tidak ada satu pun orang serius yang menginginkan hal itu,” ujarnya di X, Jumat (24/10/2025).
Kasus FTX: SBF Pakai Dana Klien Tanpa Izin, ‘Diputar’ Lewat Perusahaan Investasi Lain
Pandangan serupa disampaikan Sasha Hodder, pendiri firma hukum Hodder Law. Sasha menegaskan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh CZ jauh lebih ringan dibandingkan SBF maupun Do Kwon dari Terraform Labs.
“Berbeda dengan SBF atau Do Kwon, CZ tidak dituduh mencuri dana pengguna atau menipu pelanggan. Binance beroperasi sebagai bursa yang nyata, dan penarikan selalu bisa dilakukan. ‘Kejahatannya’ lebih bersifat administratif ketimbang kriminal secara moral,” jelasnya.
Dengan dinamika yang berkembang, perhatian kini beralih pada langkah Trump berikutnya. Apakah SBF akan menjadi penerima grasi, atau justru kasusnya akan tetap menjadi simbol kerasnya penegakan hukum pasca-runtuhnya FTX? Hanya waktu yang akan menjawabnya. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



