Daniel Larimer, seorang developer di Block.one, perusahaan yang membuat EOS, mengumumkan rencana untuk pengembangan proyek kripto lain tidak lama setelah EOS diluncurkan, CryptoGlobe melansir, Sabtu (01/12). Larimer mengumumkan rencana tersebut melalui Telegram.

“Saya katakan sekali lagi, saya tidak meninggalkan EOSIO atau B1. Saat mengerjakan aspek keamanan dan skalabilitas EOSIO, saya menemukan serangkaian peluang untuk sebuah token kripto potensial dan saya hanya menjajaki apakah ada pasar untuk peluang-peluang tersebut,” jelas Larimer.

Ia menekankan EOSIO adalah masa depan blockchain dan setiap hari tim Block.one membuatnya lebih cepat, aman, dapat diperbesar dan lebih fleksibel.

Tampaknya, dalam proses pengembangan EOS, Larimer menemukan serangkaian konsep baru. Ia tidak menerapkan konsep-konsep baru tersebut kepada EOS, tetapi justru menggunakannya untuk membuat token baru.

BERITA TERKAIT  US$7200 per BTC, eToro: Bitcoin Unggul Dibandingkan Saham

Token baru ini akan bersifat permanen, tidak dapat diprogram dan terbatas untuk peran uang. Token ini tidak akan menghambat kegunaan luas aplikasi EOSIO, lanjut Larimer. Atribut lain token baru tersebut diungkap dalam sebuah Telegram grup terpisah. Larimer menyatakan penggiat kripto akan membenci token ini. Ia menamakannya MonerEOS, sebagai indikasi mungkin token itu akan menggabungkan fitur-fitur kripto privasi Monero (XMR) dan EOS.

Tampaknya tebakan Larimer benar sebab ide baru tersebut mendapat kritik berat dari komunitas kripto, seperti yang tampak dari komentar-komentar di situs media sosial Reddit. Kendati Larimer meyakinkan investor bahwa proyek baru itu tidak akan mengganggu perkembangan EOS, banyak penggiat kripto yang masih skeptis tentang niat Larimer.

EOS adalah sebuah “ICO unicorn” yang berhasil menggalang dana sebesar US$4 miliar dalam ICO selama satu tahun. Tetapi, hanya lima bulan setelah main net EOS diluncurkan, Larimer dikritik sebab sudah tergesa-gesa ingin memulai proyek kripto baru.

BERITA TERKAIT  Bitcoin Tembus Rp300 Juta, Oscar Darmawan: Ini Sejarah Penting!

Larimer dikenal sebagai pencipta EOS, Steem dan BitShares, proyek-proyek blockchain yang memiliki jumlah transaksi tinggi. Dengan pengumuman baru ini, pengusaha tersebut mulai disebut sebagai “kutu loncat” yang berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya. Walau banyak yang berpendapat hal itu tidak ada salahnya, situasi ini cukup mengkhawatirkan mengingat kesulitan yang dihadapi proyek-proyek Larimer baru-baru ini.

Seperti dilaporkan CryptoGlobe, belum lama ini platform media sosial Steemit terpaksa memecat lebih dari 70 persen pegawainya sebagai akibat pasar kripto yang lesu. Menurut CEO Steemit Ned Scott, perusahaan itu kini menjalani proses restrukturisasi agar bisa tetap berjalan.

Beberapa penemuan baru mengungkap EOS bukanlah sebuah blockchain, sebab transaksi yang terjadi tidak divalidasi secara kriptografis. Selain itu, moderator EOS berhak mengubah riwayat transaksi dan membatalkan transaksi yang sudah dikonfirmasi. Larimer sendiri berkata desentralisasi bukanlah prioritas EOS.

BERITA TERKAIT  Ingin Terapkan Blockchain di Bisnis Anda? Baca Ini Dulu

Menanggapi soal sentralisasi EOS dan proyek baru Larimer, pengguna Twitter bernama Ethereum Jesus mencuit, “EOS memiliki 21 produser block aktif yang mendapat 50 persen inflation pool. Dari 21 produser tersebut, 8 teratas semuanya berada di Asia, dan lebih dari setengah dari 21 produser ada di Asia. EOS tidak terlihat begitu terdistribusi lagi setelah hanya enam bulan. Tidak aneh Dan Larimer pindah kapal!” [ed]

 

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO