FTX melalui entitas pemulihannya, FTX Recovery Trust, mengumumkan akan menyalurkan dana sekitar US$2,2 miliar kepada para kreditur pada 31 Maret 2026.
Distribusi ini menjadi tahap keempat dalam proses pengembalian dana pasca kebangkrutan perusahaan yang terjadi pada November 2022. Pembayaran tersebut ditujukan kepada kreditur yang telah memenuhi seluruh persyaratan administratif, termasuk verifikasi identitas, kelengkapan dokumen, serta pemilihan metode distribusi.
Dalam pengumuman resminya, FTX menyebutkan bahwa dana akan dikirim melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk, yakni BitGo, Kraken dan Payoneer.
Para kreditur diperkirakan akan menerima dana dalam rentang satu hingga tiga hari kerja setelah tanggal distribusi. Langkah ini menandai kelanjutan dari upaya pemulihan aset yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun sejak runtuhnya bursa kripto tersebut.
FTX dan kreditur menjadi pusat perhatian dalam proses ini, mengingat besarnya nilai dana yang dikembalikan serta dampaknya terhadap pemulihan kepercayaan di industri kripto.
Hingga saat ini, total dana yang telah berhasil didistribusikan mendekati US$10 miliar, menjadikannya salah satu proses pengembalian aset terbesar dalam sejarah industri aset digital.
Mekanisme Distribusi dan Skema Klaim Kreditur FTX
Distribusi keempat ini mencakup berbagai kategori klaim, termasuk kelompok kreditur dengan nilai klaim kecil (convenience class) maupun klaim besar (non-convenience class). FTX menegaskan bahwa hanya pihak yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pra-distribusi yang berhak menerima pembayaran dalam tahap ini.
Dalam beberapa kasus, terutama untuk kreditur dengan klaim kecil, tingkat pengembalian dilaporkan dapat mencapai lebih dari 100 persen dari nilai klaim awal. Namun, perlu dicatat bahwa perhitungan nilai pembayaran didasarkan pada valuasi aset saat FTX dinyatakan bangkrut pada 2022, bukan berdasarkan harga pasar kripto saat ini.
Selain itu, FTX juga mengingatkan para kreditur untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan yang memanfaatkan momentum distribusi dana.
“Harap tetap waspada terhadap email phishing yang mungkin terlihat seperti berasal dari FTX dan situs penipuan dari saluran yang mungkin tampak seperti Portal Pelanggan FTX. Ini adalah pengingat lain bahwa FTX tidak akan pernah meminta Anda untuk menghubungkan dompet Anda,” ungkap tim FTX dalam siaran pers, pada Rabu (18/3/2026).
Distribusi Berlanjut, Likuiditas dan Risiko Pasar Jadi Sorotan
FTX juga telah menetapkan jadwal lanjutan dalam proses distribusi ini. Tanggal 30 April 2026 ditetapkan sebagai batas pencatatan (record date) untuk kepentingan ekuitas tertentu, sementara pembayaran berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei 2026.
Hal ini menunjukkan bahwa proses pengembalian dana kepada kreditur masih akan berlangsung dalam beberapa tahap ke depan.
Distribusi dana dalam jumlah besar ini berpotensi memberikan dampak terhadap pasar kripto. Dana yang diterima oleh kreditur dapat kembali mengalir ke pasar sebagai sumber likuiditas baru, namun juga berisiko menciptakan tekanan jual apabila sebagian penerima memilih untuk mencairkan aset mereka ke dalam bentuk fiat.
Sejak kolapsnya FTX pada 2022 akibat krisis likuiditas dan penyalahgunaan dana pelanggan, proses pemulihan aset menjadi perhatian utama industri. Dengan berlanjutnya distribusi dana hingga 2026, FTX dan kreditur kini memasuki fase lanjutan dalam penyelesaian salah satu kasus terbesar dalam sejarah kripto global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


