Grayscale kembali mengguncang industri kripto dengan rencana mengonversi produk Digital Large Cap Fund mereka menjadi exchange-traded fund (ETF). Langkah ini tidak hanya memperluas akses investor ritel ke aset digital, tetapi juga mencerminkan semakin eratnya hubungan antara kripto dan pasar tradisional.
Pengajuan Produk GDLC untuk Publik
Berdasarkan formulir S-3 yang diajukan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) pada 1 April 2025, Digital Large Cap Fund berencana untuk beralih dari produk investasi privat menjadi exchange-traded fund (ETF) yang dapat diperdagangkan secara publik.
“Dana ini bermaksud untuk mencatatkan shares di NYSE Arca dengan simbol ‘GDLC.’ Dana ini berencana untuk menerbitkan shares secara berkelanjutan dan mendaftarkan sejumlah shares yang tidak ditentukan. Diperkirakan bahwa shares akan dijual kepada publik dengan harga yang bervariasi,” jelas pengajuan tersebut.

Jika SEC menyetujuinya, konversi ini akan mengubah Digital Large Cap Fund yang sebelumnya hanya tersedia bagi investor privat menjadi GDLC, sebuah produk crypto ETF yang dapat diperdagangkan secara publik.
Langkah yang diambil oleh Grayscale untuk mengubahnya menjadi crypto ETF diharapkan dapat memperluas akses investor ritel ke portofolio aset digital yang lebih terdiversifikasi dan aman.
Saat ini, Digital Large Cap Fund mencakup berbagai aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Dengan konversi ini, investor akan mendapatkan eksposur terhadap sekitar 75 persen dari total kapitalisasi pasar aset digital.
Perubahan Paradigma dalam Dunia Investasi
Upaya Grayscale ini sejalan dengan tren global yang mendorong adopsi kripto dalam investasi tradisional. Jika disetujui oleh SEC, produk crypto ETF ini akan menjadi bagian dari gelombang inovasi finansial yang menghubungkan aset digital dengan pasar modal konvensional.
Selain mengajukan produk GDLC, mereka juga tengah berupaya meluncurkan Avalanche ETF (AVAX), yang saat ini masih dalam proses peninjauan setelah Nasdaq mengajukan formulir 19b-4 kepada SEC pada akhir Maret 2025.
Langkah ini menunjukkan bagaimana perusahaan terus mencari cara untuk memperkenalkan lebih banyak aset kripto ke pasar yang lebih luas.
Namun, Grayscale bukanlah pelopor tunggal dalam menghubungkan aset kripto dengan sistem keuangan tradisional. Pada 19 Desember 2024, SEC telah memberikan persetujuan terhadap dua ETF indeks kripto lain, yaitu Hashdex Nasdaq Crypto Index ETF dan Franklin Crypto ETF.
Persetujuan ini menandai semakin eratnya hubungan antara aset kripto dan sistem keuangan tradisional, serta menunjukkan bahwa kripto tidak lagi dianggap hanya sebagai aset spekulatif, melainkan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang.
Dengan meluncurkan GDLC, Grayscale semakin memperlihatkan bahwa integrasi kripto ke dalam sistem keuangan tradisional hanya soal waktu. Jika disetujui, Digital Large Cap Fund dalam bentuk ETF akan menjadi opsi investasi yang lebih likuid, transparan, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan investor. [dp]