Generasi Milenial Lebih Suka Saham Bitcoin daripada Saham Netflix

1748

Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan pialang Charles Schwab, Generasi Milenial (berusia antara 25-39 tahun), lebih suka membeli “saham Bitcoin” daripada saham Netflix. Saham yang bernilai Bitcoin (GBTC) itu diperdagangkan di pasar modal, produk investasi dari Grayscale Investment.

“Laporan yang dipublikasikan pada Rabu (4/12/2019) itu menyebutkan, bahwa Generasi Milenial lebih banyak memiliki saham Grayscale’s Bitcoin Trust (GBTC) daripada saham Netflix. Generasi Milenial yang memiliki GBTC mencapai 1,84 persen. Sedangkan yang memiliki saham Netflix hanya 1,58 persen,” tulis TheBlock mengutip laporan Charles Schwab itu.

Laporan tersebut berdasarkan data selama 1 kuartal terakhir dari 142 ribu orang nasabah Charles Schwab dalam program investasi dana pensiun. Rata-rata nasabah memiliki dana investasi antara US$5 ribu-10 juta.

BERITA TERKAIT  EOS dan TRON Hantam Pangsa Pasar Ethereum?

GBTC bahkan lebih popular daripada saham perusahaan milik Warren Buffen, Berkshire Hathaway. Popularitas GBTC juga mengalahkan saham Walt Disney, Microsoft dan Alibaba.

GBTC sebenarnya bukan barang baru, karena diperkenalkan kali pertama pada tahun 2013 oleh Grayscale Investment. Kala itu GBTC sekadar ditawarkan sebagai investasi khusus bagi personal ataupun perusahaan. Hingga pada tahun 2015 GBTC “naik kelas”, setelah mendapatkan restu dari Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), AS, sehingga bisa diperdagangkan oleh publik melalui sejumlah perusahaan pialang.

Diperdagangkan selayaknya saham di bursa efek tradisional, investor ataupun trader tidak memperdagangkan Bitcoin yang asli, tetapi Bitcoin diwakili oleh satuan saham yang dimilikinya. Adapun Bitcoin yang asli, dimiliki oleh Grayscale Investment dan disimpan oleh Coinbase.

Data terakhir, GBTC diperdagangkan US$8,99 per lembar (Market Price per Share). Sedangkan Nilai Bitcoin per lembar adalah US$7,20 (Bitcoin Holdings per Share).

BERITA TERKAIT  Proyek Aset Kripto Afrika Ala Rapper Akon yang Kelak Ditonton

Harga acuan GBTC juga bukan berdasarkan harga Bitcoin di spot market, tetapi menggunakan indeks harga, yakni “TradeBlock XBX Index”. Kendati dianggap membuat nyaman investor tradisional untuk “membeli Bitcoin”, karena mudah diakses dari bursa efek, pemilik saham dibebankan biaya administrasi hingga 2 persen per tahun.

Sejumlah perusahaan pialang berikut ini memperdagangkan GBTC: Fidelity, E*Trade, Coinbase, Robinhood, Just2Trade, Ally Invest, Interactive Brokers, TradeStation, Tradier Brokerage, DriveWealth dan Capital One (milik E*TRADE).

GBTC tidak diperdagangkan di bursa efek besar seperti NYSE ataupun Nasdaq, tetapi di OTCQX (www.otcmarkets.com), bursa efek over the counter (OTC) yang diawasi langsung oleh Securities and Exchange Committee (SEC) dan the Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), dengan berkoordinasi dengan FINRA untuk urusan perusahaan pialangnya. [Red]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO