Harga Bitcoin Anjlok Parah, Ini Kata Investor Kelas Teri

Investor ritel yang mengalami harga Bitcoin anjlok merugi besar selama enam bulan terakhir. Para investor ritel yang merupakan peserta baru adalah kelompok yang terpukul paling keras saat pasar aset kripto rontok pada Senin (13/06/2022) kemarin.

Harga Bitcoin (BTC) mencapai level terendah dalam 18 bulan terakhir. BTC telah kehilangan dua pertiga nilainya sejak meraih all-time high nyaris US$70 ribu pada bulan November lalu. Selain itu, performa aset kripto terbesar itu kalah dibandingkan indeks saham S&P 500.

Harga Bitcoin Anjlok 

Matt While, investor ritel, mulai berinvestasi kripto pada bulan Maret 2021 ketika sejumlah aset kripto naik pesat dalam hitungan hari. Pria berusia 18 tahun asal New Jersey, AS, tersebut melihat kripto sebagai peluang untuk menanamkan uangnya.

While memutuskan membeli Ether (ETH), BTC, serta Dogecoin (DOGE) secara spontan ketika CEO Tesla Elon Musk mengungkit aset kripto meme tersebut di acara televisi Saturday Night Live.

Strategi While mencakup mendeposit gaji bulanan senilai US$2.500, hasil dari pekerjaannya sebagai Youtuber topik keuangan, ke dalam portofolio setiap bulan.

Total nilai yang diinvestasikan While adalah sekitar US$20 ribu. Investasi itu telah turun 50 persen per Senin lalu. While berkata ia akan mulai menyimpan uang tunai saat ini dan melihat pergerakan harga pasar kripto.

Kripto menjadi investasi populer bagi generasi ritel terbaru yang mulai bergabung semasa pandemi. Survei yang dilakukan Huobi Group menunjukkan 70 persen responden baru membeli kripto dalam 12 bulan terakhir.

Survei Grayscale pada Agustus 2021 mengungkap lebih dari 50 persen investor BTC baru membeli dalam kurun waktu setahun terakhir.

Idalis Garcia, investor berusia 24 tahun dari Miami, AS, mengalami kerugian investasi dari US$10 ribu menjadi US$3 ribu. Ia mulai membeli kripto pada tahun 2020 setelah diberhentikan dari pekerjaan sebagai pelayan.

“Kerugian itu sangat menakutkan bagi saya. Trader profesional tahu untuk tidak mengambil resiko lebih besar dari yang sanggup ditanggung. Saya pikir saya akan bertindak lebih teliti,” jelas Garcia.

Kendati demikian, Garcia tidak patah semangat sebab ia meyakini teknologi kripto dapat mengubah dunia. Ia melihat pasar kripto sedang mengalami koreksi dan berharap harga akan pulih kembali.

Kelesuan yang terjadi di pasar aset kripto menyebabkan banyak pihak skeptis terhadap BTC sebagai perlindungan terhadap inflasi. BTC sering disebut sebagai aset safe haven dikarenakan suplai 21 juta.

Tetapi koreksi yang dialami pasar kripto mengingatkan kelas aset tersebut masih beresiko. [ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait