Harga Bitcoin Terkoreksi, Serangan Ransomware Mereda

Periset SonicWall melaporkan serangan ransomware mereda pada pertengahan pertama tahun 2022. Penurunan tersebut terjadi disertai harga Bitcoin (BTC) yang terkoreksi sehingga kriminal menjauhi kejahatan siber.

Jumlah serangan ransomware menurun secara global pada pertengahan pertama 2022 menurut perusahaan keamanan siber asal AS, SonicWall.

Serangan Ransomware Mereda Saat Harga Bitcoin Turun

Dalam laporan Ancaman Siber 2022, periset SonicWall mencatat 236,1 juta percobaan ransomware di enam bulan pertama tahun 2022. Angka tersebut menurun 23 persen dibanding tahun lalu.

Ransomware adalah serangan keamanan dimana peretas memperoleh akses tanpa izin ke jaringan komputer dan mengenkripsi semua data serta memblokir akses. Peretas kemudian menuntut tebusan, umumnya dalam bentuk aset kripto seperti BTC.

IKLAN

Periset SonicWall berkata kelesuan harga kripto turut mendorong kriminal siber menjauhi serangan ransomware disertai beberapa faktor lain.

Antara Januari dan Juni 2022, harga BTC merosot tajam dari US$48 ribu menjadi US$20 ribu di tengah tren ekonomi makro global yang melesu dan inflasi yang meroket.

The Block melaporkan, juru bicara SonicWall berkata harga BTC bertindak sebagai indikator awal terhadap frekuensi serangan ransomware kendati tidak ada korelasi di antara keduanya.

Selain pasar kripto yang melemah, periset SonicWall menghubungkan penurunan serangan ransomware kepada faktor lain. Di antaranya adalah standar keamanan di perusahaan serta peningkatan usaha penegakan hukum.

IKLAN

“Terlalu banyak variabel di pertengahan pertama tahun 2022 untuk membangun korelasi langsung. Tetapi, fluktuasi harga kripto populer seperti BTC sering menjadi indikator awal perubahan volume serangan ransomware,” jelas juru bicara tersebut.

Menurut periset SonicWall, insiden ransomware memuncak di tahun 2021 dengan jumlah serangan terbesar. Selama tahun lalu, terjadi sejumlah serangan profil tinggi yang menargetkan organisasi seperti JBS Foods dan Colonial Pipeline. Kedua serangan tersebut ditebus dengan BTC senilai jutaan dolar AS kepada para peretas.

Seiring serangan ransomware memenuhi headline berita, pemerintah terpicu untuk mengendalikan permasalahan tersebut. Sebagai contoh, pada bulan Februari 2022, Biro Investigasi Federal AS (FBI) meluncurkan Tim Eksploitasi Aset Virtual untuk melacak ransomware dan keuntungan yang diraih dari serangan tersebut.

Ransomware adalah satu bagian dari keseluruhan keamanan siber. Kendati volume ransomware telah menurun secara global, insiden malware secara umum meningkat.

Periset SonicWall melaporkan 2,8 milyar serangan malware di pertengahan tahun 2022, meningkat 11 persen dibandingkan tahun lalu. [ed]

spot_img

Terkini

Terkait