Harga Bitcoin Terus Merosot, Bos CoinEx: Perdagangan Berjangka (Futures) Kripto Bisa Jadi Alternatif

Harga Bitcoin (BTC) terus merosot, praktis membuat trader dan investor panik. Kapitalisasi kripto saja melorot dari US$2,9 triliun pada November 2021 menjadi US$1,1 triliun pada hari ini, 12 Mei 2022. Bearish market seperti ini, trader bisa beralih ke pasar berjangka kripto untuk menggenjot profitabilitas mereka.

Imbas dari kemerosotan kripto itu juga berimbas pada turunnya volume perdagangan di pasar spot. Hasil kajian CryptoCompare (Maret 2022) saja, volume perdagangan hanya mencapai 37,2 persen dari total nilai pasar.

Di saat yang sama, banyak trader dan investor mulai tertarik memilih pasar derivatif kripto, seperti futures contract alias kontrak berjangka yang acuannya adalah nilai kripto dari pasar spot. Jenis pasar ini pada prinsipnya sama dengan jenis aset lain, misalnya emas atau batubara. Pembedanya di sini, jenis asetnya adalah kripto, seperti Bitcoin, Ether dan lain sebagainya.

Harga Bitcoin Terus Merosot

“Perdagangan kontrak berjangka kripto berguna untuk melindungi nilai terhadap risiko dan meningkatkan efisiensi modal trader. Banyak pemula kripto tertarik dengan imbal hasil di pasar jenis ini, tetapi masih memandang ini sebagai sesuatu yang rumit. Padahal, di beberapa penyedia platform, seperti CoinEx justru lebih mudah dilakukan, lebih sederhana,” kata Haipo Yang, Pendiri dan CEO CoinEx kepada awak media, Kamis (12/5/2022).

CoinEx, didirikan pada tahun 2017, merupakan tempat perdagangan kripto (spot dan derivatif) di bawah ViaBTC Group. Grup ViaBTC fokus ke semua kategori kripto, mencakup bursa (CoinEx), mining pool (ViaBTC Pool), wallet (ViaWallet), public chain (CoinEx Smart Chain) dan investasi (ViaBTC Capital).

Haipo Yang, CEO CoinEx.

Yang menjelaskan, ada perbedaan utama antara pasar spot dan futures kripto. Dalam perdagangan spot, pengguna hanya bisa mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan harga, sementara di futures, pengguna dapat meraih keuntungan dari naik turunnya harga kripto di pasar spot, selama arahnya benar,” ujar Yang.

Dia menambahkan, saat melakukan perdagangan berjangka, pengguna dapat memilih dari dua posisi sekaligus. Yakni, posisi “Long” untuk proyeksi harga yang naik atau posisi “Short” untuk proyeksi harga yang turun.

Yang memang tidak menampik kerumitan di pasar kontrak berjangka kripto ini, khususnya bagi pemula, untuk aspek penggunaan fitur leverage dan cara menghadapi fluktuasi harga.

“Rasio leverage yang tinggi dan risiko yang signifikan adalah fitur yang paling menonjol dari futures. Penggunaan leverage yang bijaksana adalah faktor lain yang menentukan Anda meraih keuntungan, selain keahlian menguasai analisis teknikal. Namun demikian, bukan berarti tidak bisa dikuasi, asalkan trader terus belajar dan berlatih,” ujarnya.

Kata Yang, bursa kripto CoinEx kini telah menampilkan beberapa pasar berjangka untuk kontrak berjangka linier atau terbalik, dengan rasio leverage maksimum 100x.

Harga Bitcoin Terus Merosot
Pasar berjangka kripto (crypto futures) di CoinEx.

“Perlu dicatat bahwa CoinEx menggunakan ‘Mark Price’ untuk menentukan PNL dan harga likuidasi suatu posisi. Likuidasi paksa akan dipicu ketika ‘Mark Price’ mencapai harga likuidasi,” imbuhnya.

Dengan demikian, pengguna dapat menambahkan lebih banyak margin di muka untuk mengurangi risiko likuidasi paksa.

Yang mengatakan, CoinEx sekarang menyediakan lebih dari 100 pasar berjangka dan pengguna dapat memilih yang menarik minatnya untuk memulai perdagangan, di tengah harga Bitcoin terus merosot. [ril]

Terkini

Warta Korporat

Terkait