Harga aset kripto Ether (ETH) akhirnya menembus all time high (ATH), US$1.439 (Rp20,2 juta). Selama setahun penuh, ETH sudah naik lebih dari 700 persen. Bakal naik terus?

Pasar aset kripto yang agak galau, karena Bitcoin yang terus meluruh selama lebih dari sepekan terakhir, cukup terobati karena rivalnya, yakni Ether (ETH) akhirnya menembus ATH.

Tepat pada Selasa, (19/1/2021), pukul 19:00 WIB, berdasarkan data di Bitstamp via Tradingview, ETH merangsek level US$1.439 (Rp20,2 juta).

Level itu resmi mencetak rekor ATH baru, karena ATH lama, yakni US$1.415,49 sudah terlampaui. ATH lampau itu tercetak pada 13 Januari 2018, pada skala harian.

Secara teknikal, karena ETH sukses mencetak rekor ATH baru, maka potensi penguatan harga sangat terbuka, sebagaimana yang sudah terjadi pada Bitcoin dan Chainlink (LINK).

BERITA TERKAIT  CEO NOBI, Lawrence Samantha: Kami Sambut Baik Staking Ethereum 2.0

Maka, terhitung selama 1 tahun terakhir, harga aset kripto besar nomor dua setelah Bitcoin itu, tumbuh lebih dari 700 persen.

Bullish Besar Sejak Oktober 2020
Dalam skala harian, “sinyal beli” sudah tergambar sebelumnya pada 10 Oktober 2020, ketika harga ETH berada di level US$339, berdasarkan indikator Market Cipher.

Sinyal itu lalu diperkuat ketika pada 21 Oktober 2020, MA20 menembus bawah MA50 dan harga berada di atas MA200.

Koreksi Menyusul
Masih pada skala harian, setelah kemarin mencetak ATH baru, berdasarkan indikator Squeeze Momentum, plot 347 menukik menjadi plot 240) dengan bar hijau tua yang mulai memendek.

Indikator seperti itu menguatkan akan adanya potensi koreksi lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan.

BERITA TERKAIT  ETH ATH Baru Lagi, US$2 Ribu!

Namun sekali lagi, secara teknikal, karena ETH sukses mencetak rekor ATH baru, maka potensi penguatan tinggi harga sangat terbuka. History repeat itself. [red]

Protected with blockchain timestamps

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO