Harga XRP hari ini, Senin (30/3/2026), tercatat menguat sekitar 1 persen dalam 24 jam terakhir dan berada di kisaran Rp22.899 per koin, setara US$1,34.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pasar derivatif serta sinyal akumulasi yang mulai terlihat dari data on-chain, menunjukkan adanya minat beli yang masih bertahan di tengah kondisi pasar kripto yang fluktuatif.
Pada saat artikel ini disusun, harga XRP naik sekitar 1,14 persen dalam 24 jam terakhir. Di saat yang sama, aktivitas derivatif juga mengalami lonjakan.
Berdasarkan data dari CoinGlass, volume perdagangan XRP melonjak sekitar 60,79 persen hingga mencapai US$3,05 miliar, sementara open interest tercatat naik tipis 0,20 persen menjadi US$2,56 miliar.
Kenaikan volume ini mencerminkan meningkatnya partisipasi pelaku pasar, meskipun posisi terbuka belum menunjukkan lonjakan besar.

Sinyal Akumulasi dan Perubahan Perilaku Investor
Dari sisi on-chain, analis Arab Chain di CryptoQuant menyoroti adanya peningkatan indikator kelangkaan XRP di Binance. Indikator tersebut mencapai level tertinggi sejak 2024, mencerminkan penurunan pasokan di bursa serta meningkatnya permintaan dari investor.
“Indikator ini mencerminkan berkurangnya pasokan yang tersedia untuk dijual, sekaligus meningkatnya minat beli di pasar,” ungkap Arab Chain.

Lebih lanjut, kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian investor mulai menarik aset mereka dari bursa ke dompet pribadi atau menyimpannya untuk jangka panjang. Fenomena ini biasanya dikaitkan dengan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek aset dan berkurangnya tekanan jual jangka pendek.
Sejalan dengan itu, analis lain di CryptoQuant, Darkfost, menilai bahwa XRP saat ini menunjukkan ketahanan di tengah tekanan pasar altcoin. Dalam beberapa bulan terakhir, XRP bergerak dalam rentang harga yang relatif stabil, yakni antara US$1,30 hingga US$1,50.
Meskipun masih berada lebih dari 60 persen di bawah harga tertinggi sepanjang masa (ATH), sebagian investor dinilai mulai memanfaatkan fase konsolidasi ini untuk melakukan akumulasi bertahap.

Aktivitas ini terlihat dari meningkatnya transaksi keluar atau outflow di Binance sejak akhir Februari, dengan beberapa hari mencatat lebih dari 4.000 transaksi, bahkan mendekati 6.000 transaksi dalam satu hari.
Mayoritas transaksi berasal dari kategori 1.000 hingga 100.000 XRP, yang umumnya merepresentasikan investor menengah, bukan whale besar.
Struktur Teknikal XRP Masuk Fase Kritis April
Dari sisi teknikal, analis kripto popular Egrag Crypto menyoroti pola pergerakan XRP pada time frame lima hari yang dinilai menyerupai struktur pembentukan dasar sebelumnya.
Dalam analisisnya, XRP menunjukkan pola yang konsisten, termasuk persilangan antara EMA 21 dan EMA 200, diikuti oleh koreksi sekitar 14 persen dan pembentukan dasar dalam rentang waktu sekitar 20 hari.

Saat ini, struktur serupa kembali terlihat, dengan periode pertengahan April disebut sebagai jendela waktu krusial untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.
Dalam skenario bullish, XRP perlu merebut kembali level US$1,60 untuk memulihkan momentum, sementara penembusan di atas US$2,05 dapat mengonfirmasi kelanjutan tren naik.
Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$1,15, maka risiko koreksi lebih dalam ke area US$0,93 menjadi terbuka. Oleh karena itu, pergerakan harga XRP hari ini dan dalam beberapa minggu ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan altcoin ini mempertahankan struktur teknikal yang ada.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


