Hash Rate Bitcoin Turun, Bearish Segera Tiba?

Hash rate Bitcoin saat ini cenderung menurun. Apakah itu tanda tegas bahwa bearish segera tiba?

OLEH: Muhammad Kurnia Bijaksana
Trader Bitcoin dan Pendiri Komunitas CryptoLegend Indonesia

Saat ini harga Bitcoin tengah berkonsolidasi dan mencoba menentukan arahnya di US$9.300-9.500-an. Ketika Bitcoin Halving III Raja Aset Kripto itu dimulai 12 Mei 2020 lalu, belum ada kepastian antara narasi bullish ke US$15 ribu maupun narasi bearish ke US$6 ribu. Namun, takaran berikut ini dapat kita jadikan sebagai penguat bias bagi skenario bearish.

Hash Rate
Berdasarkan data dari Blockchain.com, sejak 10 Mei 2020 atau menjelang Bitcoin Halving, hash rate Bitcoin turun jauh dari 136 juta terahash per detik ke titik lokal terendah di 91 juta terahash per detik pada 14 Mei 2020.

Hal ini pun diikuti dengan melemahnya momentum bullish bagi Bitcoin, diikuti dengan dua kali dump. Pertama pada 10 Mei 2020 ke US$8.100-an dan pada 15 Mei 2020 dari US$9.800 ke US$9.300-an.

Secara sederhana, hash rate adalah aktivitas dari jaringan blockchain Bitcoin. Hash rate yang tinggi menunjukkan sehatnya jaringan Bitcoin, begitu pula sebaliknya.

Turunnya hash rate bisa jadi menandakan banyaknya penambang Bitcoin yang merasa harus mengurangi aktivitasnya, mungkin karena tidak seimbangnya pemasukan akibat Bitcoin Halving.

 

Hash rate Bitcoin.

Analisis Teknikal
Secara teknikal, sekarang Bitcoin sedang berada di channel turun yang mulai terbentuk setelah gagal melewati resisten di trendline mingguan.

Kecuali jika terjadi momentum yang signifikan dari pihak bull dan bear, kecenderungannya Bitcoin akan turun perlahan mengikuti arah channel yang terbentuk dengan support di area US$8 ribuan dan resisten di sekitar US$9.800. [*]

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait