Kakek Xi Sokong Blockchain, Harga NEO Melejit Hingga 98,2 Persen

Pidato Presiden Tiongkok Xi Jinping pada 25 Oktober 2019 lalu, tak hanya berdampak pada kenaikan Bitcoin hingga 30 persen. Kami sebut ini sebagai “Xi Effect”, secara kumulatif, harga NEO ikut melejit hingga 98,2 persen dalam tempo 30 hari.

Kenaikan signifikan terlihat pada 25 Oktober 2019 lalu. Beberapa menit sebelumnya, NEO diperdagangkan menurun di kisaran US$7,23, lalu naik cepat menjadi US$12,83 tiga hari kemudian. Turun di US$10,25, NEO kini naik tipis dan stabil di 13,37 pada hari ini, Kamis (14/11/2019).

Tren naik NEO 30 hari terakhir. Sumber: Coinmarketcap.com.

Kenaikan NEO sejak 25 Oktober 2019 menambah kenaikan kumulatif dalam rentang 30 hari yang mencapai 98,2 persen, naik dari US$6,77 menjadi US$13,42. Bahkan dalam 24 jam terakhir saja, NEO masih menguat hingga 8.74 persen. Namun, NEO belum cukup mampu menembus posisi US$13,74 pada 21 Juli 2019 lalu. Jikalau menembus area itu, dapat dipastikan NEO bakal naik lebih tinggi lagi.

Peringkat NEO selama ini memang cukup menggembirakan, karena masuk di 20 besar dunia versi Coinmarketcap. Di peringkat ke-17 hari ini misalnya, volume NEO berada di kisaran US$675.581 dalam 24 jam terakhir.

NEO memang bukanlah pemain baru, karena sejak tahun 2016 dianggap sebagai Ethereum dari Tiongkok. Maklumlah, teknologi asasnya memang serupa, mulai dari penggunaan Proof-of-Work (PoW), hingga smart contract yang mudah digunakan untuk urusan tokenisasi.

Namun, sejak Juni 2019, CEO dan Pendiri NEO, Da Hongfei bersama timnya, memutuskan hijrah ke algoritma konsensus Delegated Byzantine Fault Tolerance (dBFT), karena dianggap lebih efisien berbanding PoW. [Red]

Terkini

Warta Korporat

Terkait