Korban Akademi Crypto Datangi OJK, Desak Usut Timothy Ronald

Kasus dugaan penipuan yang menyeret Timothy Ronald kembali memanas. Setelah proses laporan di kepolisian dinilai berjalan lambat, perwakilan korban Akademi Crypto akhirnya mengambil langkah baru dengan mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Korban Timothy Ronald Desak OJK Bertindak

Dikutip dari laporan Detik pada Rabu (04/03/2026), sejumlah perwakilan korban kelas edukasi Akademi Crypto terlihat mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta Pusat. 

Mereka menuntut agar lembaga tersebut segera menyelidiki dugaan pelanggaran yang melibatkan influencer kripto Timothy Ronald dan juga rekannya, Kalimasada.

Salah satu perwakilan korban, Jajang, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan sekadar aksi simbolis. Ia meminta agar laporan para korban Timothy mendapat perhatian serius dari otoritas terkait.

IKLAN
Chat via WhatsApp

“Kami menyampaikan agar aksi hari ini ditanggapi dengan cepat, diatensi dengan cepat, dan dilaksanakan dengan seadil-adilnya,” kata Jajang di depan kantor OJK.

Aksi Korban Akademi Crypto di Kantor OJK - Skyholic
Aksi Korban Akademi Crypto di Kantor OJK – Skyholic

Ia juga mendesak OJK untuk membuka status legalitas Akademi Crypto. Menurutnya, lembaga pengawas keuangan seharusnya mampu menelusuri apakah platform tersebut memiliki izin resmi maupun sertifikasi yang diperlukan.

BACA JUGA:  Kenapa Proses Hukum Timothy Ronald Terasa Lambat?

“Manfaatkan kesempatan ini untuk membantu para korban Akademi Crypto. Bisa dicek apakah legalitasnya ada di OJK? Izin-izinnya, sertifikasinya?” ujarnya.

Kekecewaan para korban semakin memuncak setelah nilai kerugian yang awalnya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah disebut terus membengkak hingga mendekati setengah triliun rupiah.

Dugaan Modus Sinyal Trading Kripto Berbayar

Kasus ini mencuat pada Januari 2026 setelah sejumlah member Akademi Crypto melaporkan Timothy Ronald dan Kalimasada ke Polda Metro Jaya. Laporan serupa kemudian menyusul di Polda Jawa Timur.

Dalam laporan tersebut, keduanya dituding menjalankan program kelas edukasi kripto yang diduga berujung pada praktik penipuan. Mereka juga dilaporkan atas dugaan pelanggaran UU ITE hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kasus Timothy Ronald Berpotensi Ada Pencucian Uang, Begini Tanggapan Praktisi Hukum

Para korban menyebut komunitas tersebut menawarkan sinyal trading kripto eksklusif melalui grup Discord. Untuk bergabung, peserta harus membayar biaya membership yang tidak sedikit.

BACA JUGA:  Kongsi Skyholic Goyah? Adam Deni Putar Haluan di Kasus Timothy

Biaya itu disebut berkisar dari Rp9 juta hingga puluhan juta rupiah. Namun, bukannya meraup keuntungan seperti yang dijanjikan, banyak member justru mengaku merugi setelah koin yang direkomendasikan mengalami kejatuhan.

Sebagian korban juga menilai citra gaya hidup mewah yang kerap ditampilkan oleh Timothy Ronald di media sosial menjadi daya tarik bagi investor muda untuk bergabung dengan komunitas tersebut.

Proses Kasus Timothy Berlarut, Aliansi Skyholic Goyah

Menariknya, rencana aksi para korban ini sudah menjadi sorotan di media sosial. Polemik semakin ramai setelah influencer Adam Deni, yang sebelumnya dikenal vokal membela para korban, kini terlihat berseteru dengan Skyholic.

Adam Deni bahkan melontarkan sindiran yang diduga mengarah kepada kelompok yang menginisiasi aksi tersebut, memicu perdebatan baru di tengah panasnya kasus yang menyeret nama Timothy Ronald.

BACA JUGA:  CoinShares: Ancaman Komputer Kuantum ke Bitcoin Masih Jauh

Sindiran tersebut diduga merespons pernyataan dari akun Skyholic yang sehari sebelumnya menyerukan aksi besar-besaran untuk menuntut kejelasan kasus Timothy Ronald.

Kongsi Skyholic Goyah? Adam Deni Putar Haluan di Kasus Timothy

Drama memanas setelah Adam Deni tersebut membagikan klaim mengenai identitas asli Skyholic, yang selama ini dikenal sebagai salah satu inisiator dalam mengangkat kasus Timothy Ronald.

Kini, setelah para korban membawa persoalan ini ke OJK, publik menanti perkembangan selanjutnya dari otoritas. Sementara itu, proses hukum yang sudah berjalan kini disebut tinggal menunggu kabar pemanggilan Timothy Ronald.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait