Korban Peretasan Bitcoin MtGox Boleh Dapat Ganti Rugi Sebanyak 141.686 BTC

Ratusan pengguna bursa korban peretasan Bitcoin di MtGox boleh gembira, karena mereka diberikan beberapa pilihan atas proses ganti rugi pencurian BTC yang mereka alami pada tahun 2011 silam. Salah satu pilihannya adalah dalam bentuk BTC yang secara total sebanyak 141.686 BTC. Jika mereka kelak mendapatkannya, bukan tidak mungkin akan dijual, sehingga dikhawatirkan akan melemahkan kripto nomor wahid itu.

Kasus peretasan dan pencurian BTC di MtGox terjadi pada 13 Juni 2011 silam. Setidaknya sekitar 750.000 BTC habis digondol. MtGox yang bermarkas di Jepang adalah bursa kripto terbesar di dunia pada masanya dengan jumlah pengguna mencapai ribuan orang.

Setelah pada tahun 2014 menyatakan bangkrut kepada otoritas di Jepang, MtGox mulai menghadapi tuntutan ganti rugi oleh para penggunanya. CEO BtGox, Mark Karpeles, sejak awal sudah ditetapkan sebagai tersangka. Singkat cerita, hanya sekitar 141.686 BTC yang bisa dikembalikan kepada si empunya kripto.

Kini kabar gembira menghampiri mereka. Pada 6 Juli 2022 pihak MtGox menyampaikan sejumlah pilihan yang bisa dipilih oleh pengguna untuk mendapatkan dana mereka kembali, yakni berupa uang tunai dan dalam bentuk Bitcoin atau Bitcoin Cash. Kedua pilihan itu bisa berupa pelunasan total 100 persen ataupun bertahap.

IKLAN

Kabar teranyar ini menyusul kabar pada November 2021 lalu, ketika pihak pengadilan setempat sudah menyetujui bahwa pengguna segera mendapatkan ganti rugi dari MtGox.

“MtGox bersiap untuk melakukan pembayaran kembali kepada para pengguna. Anda berhak memilih apakah pembayaran langsung penuh 100 persen, baik dalam bentuk tunai atau Bitcoin atau Bitcoin Cash,” sebut MtGox di situsnya yang ditujukan kepada pengacara, Nobuaki Kobayashi, yang mewakili para korban.

Surat itu tidak menerakan batas waktu penyerahan, karena harus berdasarkan putusan pengadilan berikutnya.

IKLAN

Penggantian rugi Bitcoin sebanyak 141.686 (setara Rp45,7 triliun) itu dikhawatirkan akan dapat mengguncang pasar kripto dan Bitcoin. Pasalnya, penjualan sebanyak itu, baik secara bertahap ataupun tidak, akan menurunkan nilai BTC lagi di tengah situasi bearish saat ini.

Menanggapi peretasan yang terjadi, dalam sebuah konferensi pers pada tahun 2014 lalu, untuk mengumumkan kebangkrutan MtGox, Karpeles mengatakan pihaknya memiliki kelemahan di sistem sehingga Bitcoin itu raib.

MtGox mengajukan kebangkrutan di Jepang pada 28 Februari 2014, dan di Amerika pada Maret 2014. Karpeles ditangkap oleh kepolisian Jepang pada 1 Agustus 2015 atas dugaan mengakses sistem komputer MtGox untuk memalsukan data saldo bursa tersebut.

Ia juga ditangkap ulang atas dugaan penggelapan uang. Karpeles dilepas dengan jaminan pada Juli 2016, tetapi tidak boleh meninggalkan Jepang. Pada 10 Juli 2017, Karpeles mengaku tidak bersalah atas tuduhan penggelapan uang dan manipulasi data. [ps]

IKLAN
spot_img

Terkini

Terkait