Main Culik Hingga Ancam Ledakkan Bandara Gegara Investasi Bitcoin

Menyesal karena pihak FBI tak membantunya mengembalikan uang investasi Bitcoin, remaja India yang tidak disebutkan namanya, mengancam akan meledakkan Bandara Miami. Sementara itu di Medan, tujuh orang menculik dan menyiksa tiga orang penipu dalam skema investasi Bitcoin.

Seperti yang dikutip dari laman Hindustantimes.com, Sabtu (3/11), pemuda yang baru berusia 18 tahun ini diketahui telah menelepon FBI hingga 50 kali antara 2 dan 31 Oktober 2018, melalui layanan VoIP (Voice Over Internet Protocol). Kepada polisi India, pemuda itu mengakui mendapatkan nomor FBI di Internet. Masalahnya, ia menggunakan identitas palsu, termasuk surel dan foto ketika melakukan panggilan tersebut.

Karena ia menilai FBI tak menanggapinya secara serius, ia pun menelepon pihak otoritas bandara Miami dan mengancam akan meledakkan bandara internasional itu.

“Ia mengancam pihak pengelola bandara, bahwa ia akan datang membawa senapan AK-47, sejumlah granat dan sabuk bom bunuh diri,” kata juru bicara polisi negara bagian Uttar Pradesh, India.

Walau terbukti bersalah dan tersangka sudah mengakui perbuatannya, polisi Uttar Pradesh mengakui tidak akan menjebloskan anak itu ke penjara.

Kepada FBI, remaja itu meminta bantuan biro penyelidik federal Amerika Serikat itu untuk membantunya menemukan penipu di sebuah forum di Internet. Kepada pihak polisi India, remaja itu mengakui telah mencuri sekitar US$1.000 milik ayahnya, seorang aktivitis LSM, untuk diinvestasikan ke Bitcoin. Sebab sebelum tertipu, si remaja pernah menikmati cuan yang tak sedikit selama beberapa bulan.

Terkait investasi Bitcoin bodong, di Kota Medan, Sumatera Utara juga terjadi belum lama ini. Dipetik dari MedanBisnisDaily.com Senin (5/11), soal investasi bodong itu terungkap setelah setelah polisi menangkap tujuh orang yang diduga merupakan pelaku penculikan dan penganiayaan terhadap tiga orang. Satu orang di antara pelaku adalah seorang anggota polisi.

Menurut Kombes Pol Andi Rian Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, modus penculikan dan penganiayaan ini dilatarbelakangi masalah investasi Bitcoin, di mana tersangka sudah banyak melakukan investasi uang hampir Rp 900 juta.

“Jadi otak pelaku, yakni Nasir berusaha meminta uang dengan cara melakukan penculikan dan penganiayaan,” sebut Andi kepada MedanBisnisDaily. [vins]

Terkini

Warta Korporat

Terkait