Setelah harga Bitcoin masuk wilayah US$53.900 per BTC pada Jumat (19/2/2021), pukul 23:00 WIB, kapitalisasi pasar Bitcoin resmi US$1 triliun untuk kali pertama.

Inilah reli paling dinantikan “umat Bitcoin” di seluruh dunia, sebagai tonggak utama mencapai harga tertinggi baru berikutnya.

Kapitalisasi pasar sebesar itu, memastikan kelas aset baru itu terus bersaing ketat dengan kapitalisasi pasar emas yang sejak Agustus 2020 yang semakin lemas.

Dilansir dari Forbes, lonjakan BTC sebagian besar disebabkan oleh bank-bank Wall Street dan investor besar lainnya mendukung Raja Aset Kripto itu.

Harga Bitcoin dalam rupiah, lebih dari Rp785 juta, Jumat, 19 Februari 2021, 23:28 WIB. Sumber: Indodax.com.

Dukungan utama tentu saja datang dari Elon Musk, karena perusahaannya, Tesla, memutuskan membeli BTC senilai US$1,5 milyar, demi melawan inflasi buruk di masa depan.

Selain Tesla, Ini Perusahaan yang Diperkirakan Akan Beli Bitcoin

“Harga BTC terus berjalan lebih tinggi seperti yang diharapkan, didorong oleh minat yang luar biasa dari institusi dan ritel,” kata Alex Krüger ekonom dan pemerhati aset kripto, dilansir dari Forbes.

Harga Bitcoin lebih dari US$54 ribu, Jumat, 19 Februari 2021, 23:28 WIB. Sumber: Tradingview.com.

Cory Klippsten, CEO Swan Bitcoin mengatakan, kapitalisasi pasar US$1 triliun penting, karena akan memicu banyak manajer aset untuk melihat lebih dekat BTC ini.

“Tetapi, kelak jika kapitalisasi pasar BTC US$200-400 triliun, itu hanya setetes dalam ember,” katanya.

Sebelumnya, Peter Brandt, analis teknikal senior menegaskan, bahwa aset kripto terbesar di dunia itu berada dalam laju gerak parabolik. Itu menandakan Bitcoin akan terus reli mencetak harga tertingginya. [red]

Protected with blockchain timestamps

Ikuti media sosial kami

[cn-social-icon]

INFO IKLAN/AD INFO