Mantan CEO Enron Ingin Buat Proyek Blockchain

208

Wall Street Journal melaporkan, mantan CEO Enron Jeffrey Skilling, yang baru bebas dari penjara setelah mendekam selama 12 tahun akibat 19 dakwaan terkait skandal Enron, kini sedang bertemu dengan sejumlah pakar industri kripto untuk memulai usaha baru di bidang blockchain.

Skilling bebas dari penjara federal pada 21 Februari 2019. Ia menjalani 12 tahun hukuman dari total vonis 24 tahun penjara. Pada tahun 2001, ia mengundurkan diri dari jabatan CEO Enron sebelum perusahaan tersebut menyatakan bangkrut.



Skilling dan Pendiri Enron, Ken Lay ditahan pada tahun 2004 dan divonis oleh persidangan pada Mei 2006 dengan 35 dakwaan yang dijatuhkan kepada keduanya. 35 dakwaan tersebut meliputi konspirasi, insider trading, penipuan sekuritas dan penipuan auditor.

BERITA TERKAIT  Perusahaan Blockchain, Canow Bermitra dengan B-Labs asal Tiongkok

Awalnya Skilling didakwa penjara 24 tahun dan denda US$45 juta pada tahun 2006, tetapi kemudian vonisnya dikurangi menjadi 14 tahun oleh hakim wilayah. Skilling bersikeras ia tidak bersalah selama seluruh masa tersebut.

Kini, mantan CEO Enron tersebut dikabarkan sedang mencari rekan untuk memulai usaha baru yang mirip dengan Enron dan terkait sektor pembiayaan energi. Belum ada rincian lebih jelas tentang rencana itu. Tetapi sejumlah sumber menggambarkan proyek tersebut sebagai platform digital yang menghubungkan investor dengan proyek minyak dan gas.

Seorang sumber lain mengatakan, tahap awal usaha baru Skilling akan fokus mengembangkan program peranti lunak bagi investor minyak dan gas. Proyek ini sedang mencari pembiayaan bank, tetapi sejumlah penasihat sudah diminta menandatangani non-disclosure agreement. Lou Lung Pai, mantan CEO Enron periode 1997 hingga 2001, telah berjanji akan menanam investasi di proyek baru ini.

BERITA TERKAIT  Tokoin, Project Blockchain Lokal Indonesia, Gelar IEO di KuCoin

Dua sumber anonim mengklaim Skilling telah berbicara dengan pakar pengembangan peranti lunak dan pakar kripto serta blockchain mengenai proyek ini. Tetapi sumber anonim lainnya membantah hal itu. Sedangkan menurut keputusan Otoritas Jasa Keuangan (SEC) AS, Skilling dilarang bekerja sebagai petugas atau direktur perusahaan terbuka manapun.

Wall Street Journal melaporkan, rencana proyek ini dipikirkan oleh Skilling ketika ia masih mendekam di penjara. Dikabarkan Skilling sudah melakukan berbagai rapat mengenai proyek tersebut ketika ia menjalani enam bulan tahanan di penjara sementara sebelum ia dibebaskan. Bahkan, selama saat-saat terakhir masa tahanannya, Skilling khawatir orang lain akan memikirkan ide yang sama sebelum ia keluar penjara.

BERITA TERKAIT  Rebut Giveaway Rp1 Juta di Webinar Gratis Ini

Sayangnya, Skilling bukan satu-satunya yang memikirkan ide tersebut. Beragam proyek blockchain untuk sektor pembiayaan energi sudah diprakarsai, termasuk platform Vakt untuk perdagangan komoditas energi yang berhasil mendapat klien-klien besar seperti BP, Shell dan Total.

Kendati Skilling terkenal atas kasus penipuannya, seorang profesor di Sekolah Hukum Universitas Wayne State berkata kepada Wall Street Journal bahwa industri kripto adalah lahan subur baginya.

“Sektor kripto adalah sektor di mana orang tidak punya ingatan jangka panjang. Di sektor ini, tidak banyak orang yang peduli soal Enron,” pungkas profesor tersebut. [cointelegraph.com/ed]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO