Mantan Manipulator Pasar: Pembuat Shiba Inu (SHIB) dan Dogecoin Seharusnya Dipenjara

Jordan Belfort, sosok di balik film Wolf of Wall Street yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio, berpendapat pembuat kripto Shiba Inu (SHIB) dan Dogecoin seharusnya dipenjara. Belfort sendiri pernah dipenjara karena memanipulasi pasar saham.

Menurut Belfort, kripto meme seperti Dogecoin dan Shiba Inu adalah bentuk penipuan alias scam.

Dia memperingatkan trader dan investor agar tidak memasukkan uang mereka ke dalam kripto yang telah mendapatkan popularitas selama beberapa bulan terakhir itu.

Shiba Inu (SHIB) dan Dogecoin Dipandang Buruk

Bahkan ia menyuarakan bahwa pembuat kedua kripto harus dipenjara. Dogecoin memang menjadi sejak tahun 2020, ketika Bos Tesla Elon Musk mulai mencuit banyak tentang coin itu. Setelah Dogecoin popular, bermunculan kripto “bergenre”, seperti Shiba Inu dan Baby Doge.

“Saya menyukai teknologi blockchain berkat keunggulannya, tetapi ada banyak omong kosong di luar sana, banyak kripto yang tidak berguna dan hanya ada untuk merugikan banyak orang. Anda mendengar cerita tentang orang yang menghasilkan jutaan dan miliaran dolar, tapi tidak sedikit juga yang mengalami kerugian,” kata Belfort kepada The Sun, Selasa (30/11/2021).

Dia menambahkan bahwa kripto seperti ini dapat dianggap sebagai ‘investasi yang tepat’  di pasar yang tidak teregulasi. Dogecoin awalnya memang dibuat sebagai lelucon untuk menyindir hype kripto pada tahun 2013 silam. Namun, hingga detik ini Dogecoin tetap popular di peringkat 20 besar versi Coinmarketcap, bersaing dengan SHIB.

“Orang-orang yang tidak bermoral masuk ke pasar kripto ini dan memulainya dengan obrolan di media sosial. Orang-orang di baliknya, para perancangnya harus masuk penjara,” ujar Belfort, yang juga pernah dipenjara pada 1990-an, karena manipulasi pasar saham.

Pasca “lulus” dari hotel prodeo, Belfort justru sukses sebagai pembicara dan motivator di banyak tempat. Dia pun banyak mewacanakan mendukung kripto yang dinilainya baik, seperti Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) dan mendukung peraturan yang lebih ketat untuk pasar kripto.

Cukup Beralasan, Karena Banyak Kasus Sebelumnya

Secara prinsip, kekhawatiran Belfort cukup beralasan. Pasalnya, pasar kripto sejak ia lahir, selalu ditunggangi oleh penumpang gelap yang ingin mendapatkan keuntungan cepat dengan membuat kripto sendiri.

Satu kasus yang belum terungkap tuntas saat ini adalah penipuan berbalut kripto oleh Dr Ruja Ignatova. Ia sukses membujuk jutaan orang di banyak negara dengan membeli kripto buatannya, yakni One Coin. Ia menjanjikan harga kripto yang sangat murah, keuntungan yang cepat dan besar.

Kate Winslet Dikabarkan Akan Bintangi Film Skema Ponzi OneCoin

Belakangan Ignatova malah kabur dengan dana colongan sekitar US$4 milyar dari ribuan orang di 175 negara. Hingga detik ini ia masih buron.

Contoh teranyar adalah “gerakan investasi” kripto Squid Game. Setelah naik ribuan persen dalam waktu singkat, kripto itu malah tidak bisa ditukar menjadi kripto lain, sehingga merugikan banyak investor awal, walaupun tidak menjanjikan return yang cepat dan besar. [ps]

spot_img

Terkini

Terkait