Mantan Penasihat CFTC: Libra-Facebook Harus Ikut Aturan

Jeff Bandman, Mantan Penasihat CFTC (Commodity Futures Trading Commission) Amerika Serikat mengatakan Libra harus ikut aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Katanya, perlu waktu lama bagi pemerintah untuk memutuskan dan mengizinkan apa kategori industri yang cocok bagi proyek yang dikomandoi oleh Facebook itu, jikalau memang mendapatkan restu.

“Jadi, bukanlah keputusan Facebook menentukan apa itu Libra. Pemerintahlah yang menentukan itu. Pemerintah terlebih dahulu akan melihat apa di balik Libra. Tak hanya wujud Libra saja, tetapi substansi dan fungsinya apa saja,” kata Bandman seperti yang dilansir dari Coindesk hari ini, Rabu, 17 Juli 2019.

Jeff Bandman adalah salah seorang pendiri LabCFTC di CFTC yang meneliti dan mengawasi perkembangan teknologi terkini termasuk mata uang kripto.

Sebelumnya, Kepala CFTC Gary Gensler mengatakan telah menyiapkan sejumlah pernyataan kepada DPR AS, terkait Libra. Ia menyebut Libra sepertinya mengarah sebagai “instrumen investasi”, sehingga ia lebih pantas dikategorikan sebagai sekuritas. Itulah sebabnya Liba harus diatur berdasarkan standar CFTC.

Namun, Bandman mengingatkan, karena ambisi Facebook ingin menggapai pengguna berskala global, maka definisi “token” pun akan sangat beragam.

IKLAN

“Jika Libra adalah sistem pembayaran, maka bank sentrallah yang berperan. Lalu, jika kita lihat sejumlah negara yang mungkin menjadi sasaran Libra, maka Libra bisa dilihat dalam beragam makna. Mungkin di Amerika Serikat Libra dianggap sebagai sekuritas, tetapi tidak di Swiss (tempat di mana Libra Association didirikan-Red]. Hal lainnya, selama beberapa tahun terakhir kita lihat beragam proyek yang mirip seperti Libra, tetapi masih berskala kecil. Dan secara umum itu tidak dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas keuangan negara. Namun, bukan berarti dengan jangkauan Libra yang luas seperti ini, tidak berarti sebagai ancaman langsung, tetapi ‘berpotensi’ berdampak buruk pada stabilitas keuangan di kemudian hari,” kata Bandman. [red]

spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait