Mark Yusko: Utang Negara Kian Besar, Bitcoin Kian Disasar

1471

Mark Yusko, Pendiri dan Kepala Investasi Morgan Creek Capital Management percaya bahwa ketika utang negara kian membesar, maka Bitcoin kian dijadikan sasaran investasi.

IKLAN

Yusko menyebut utang negara yang kian besar itu diakibatkan oleh penurunan suku bunga di banyak negara. Karena sebagian besar negara tak sanggup membayar utangnya, maka uang diterbitkan dalam jumlah banyak lagi. Ini yang mendorong inflasi mata uang, sekaligus mendevaluasi nilainya (harga tukar semakin murah). Daya saingnya semakin kecil.

“Dalam dunia bank sentral yang nakal, Bitcoin adalah raja. Suku bunga di seluruh dunia akan menjadi nol. Kurs (nilai tukar dolar AS akan nol), termasuk yuan Tiongkok. Itu semua karena faktor demografi, deflasi dan terlalu banyak utang,” katanya kepada CNBC belum lama ini.

Ketika sebuah negara tak mampu membayar utang-utangnya, bank sentral mau tak mau harus menggelembungkannya (pasokan uang ditambah ke pasar), ini yang membuat devaluasi mata uang muncul.

Yusko mengatakan, secara fundamental Bitcoin adalah yang terbaik, karena kian langka sebagai akibat dari mekanisme Halving. Ketika Halving, pasokan Bitcoin ke pasar berkurang separuh daripada sebelumnya.

“Pun lagi, tingkat adopsinya meningkat. Itu tercermin dari jumlah dompet Bitcoin yang semakin banyak dan transaksi meningkat. Secara fundamental, Bitcoin benar-benar semakin kuat,” tegasnya. [DailyHodl/red]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini

Berita sebelumyaPrediksi Harga Bitcoin: Rp140,4 Juta pada 25 Februari 2020
Berita berikutnyaKetika “The Simpsons” Memaknai Mata Uang Kripto
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).