Masih Berlindung di Rusia, Edward Snowden Akui Sebagai Pendiri Proyek Kripto Zcash (ZEC)

Edward Snowden, mantan konsultan NSA yang kini masih berlindung di Rusia, mengaku sebagai salah seorang dari 6 pendiri proyek kripto Zcash (ZEC) tahun 2016.

Hal itu ia sampaikan di tayangan video Youtube di Zcash Media, Kamis (28/4/2022). Snowden menggunakan nama anonim “John Dobbertin”.

“Namaku Edward Snowden. Saya ikut serta di acara peluncuran Zcash dengan nama ‘John Dobbertin’. Alasan saya kala itu, karena saya mengetahui ada banyak kriptografer handal di proyek itu. Jadi, saya pikir itu adalah proyek yang menarik, karena mengusung tingkat privasi transaksi yang lebih tinggi daripada blockchain yang lain, seperti Bitcoin,” jelas Snowden.

Zcash memang dikenal dengan sebutan privacy coin, merujuk pada sistem transaksi blockchain yang bisa lebih melindungi anonimitas data para penggunanya. Zcash adalah satu dari sekian banyak untuk proyek serupa.

Walaupun mengaku sebagai pendiri, Snowden mengatakan dirinya tidak menulis sistem algoritmanya secara langsung, melainkan rekan pendiri lain, kriptografer yang dianggapnya lebih memahaminya.

Edward Snowden Tidak Menulis Algoritma Zcash

“Saya tidak merancang algoritmanya, tapi sekadar memberikan masukan-masukan yang saya anggap penting. Dan saya pun mempersilahkan pengembang lain yang melakukannya untuk algoritma itu,” imbuhnya.

Kriptografer Harvard: Bitcoin Tidak Ada Gunanya

Bagi Snowden, transaksi kripto yang lebih privat sangatlah penting mengingat data pribadi pelaku transaksi tidak perlu selalu diungkapkan atas dasar keamanan dan hak asasi manusia.

Snowden mengakui setelah peluncuran itu, dia pun meninggalkan proyek itu.

“Zcash adalah proyek kripto yang amat penting dan berkembang untuk proyek kripto sekelas demi mencapai konsep ‘free currency‘ dan ‘private currency‘,” sebutnya.

Snowden, CIA dan NSA

Edward Joseph Snowden, lahir 21 Juni 1983, adalah mantan kontraktor dan konsultan teknologi informasi untuk Amerika Serikat dan karyawan Central Intelligence Agency (CIA) yang menjadi kontraktor untuk National Security Agency (NSA) sebelum membocorkan informasi program mata-mata rahasia NSA kepada media.

Snowden membocorkan informasi rahasia seputar program-progam NSA yang sangat rahasia seperti PRISM kepada The Guardian dan The Washington Post pada Juni 2013.

Snowden mengatakan bahwa pembocoran PRISM dan perintah FISA terkait dengan aksi pengambilan data oleh NSA bertujuan mengungkapkan apa yang ia yakini sebagai tindakan berlebihan oleh pemerintah untuk memantau aktivitas warga Amerika Serikat.

Skandal Snowden telah menyebabkan hubungan luar negeri Amerika Serikat dengan beberapa negara di Eropa seperti Prancis dan Jerman menjadi terganggu.

Saat ini, Russia memberikan perlindungan suaka kepada Snowden dengan catatan Snowden tidak akan lagi bergerak untuk “mengganggu” Amerika Serikat. [ps]

Terkini

Warta Korporat

Terkait