Menjajal Platform Blockchain Trusti Buatan Pemuda Yogya

2241

Teknologi blockchain memungkinkan data digital menjadi immutable atau dalam istilah sederhananya: tak dapat dihapus. Sekali data tersimpan di blockchain, maka data tersebut menjadi permanent (kekal). Sifat seperti ini dimungkinkan, karena blockchain mendistribusikan data secara desentralistik, di mana setiap node (simpul) jaringan menyimpan data yang serupa. Immutable itulah yang menegaskan unsur trust terhadap keabsahan data digital. Ini sangat berbeda dengan sistem penyimpan data yang sentralistik, di mana sejumlah file di komputer server dapat dihapus dengan mudah.


Bayangkan Anda berada dalam situasi ini. Sekali waktu Anda hendak mengirim sebuah file berformat DOCX melalui surat elektronik. Kepada teman, file tersebut Anda klaim masih “asli”, karena isi file tidak diubah sama sekali. Bagaimana cara membuktikannya? Anda bisa menggunakan Trusti.

Trusti adalah web platform yang dikembangkan oleh Damos Hanggara, seorang blockchain enthusiast yang saat ini tinggal di Yogyakarta. Cukup dengan dua langkah mudah, Anda dapat memastikan keabsahan sebuah file digital di blockchain Ethereum dan Bitcoin

Prinsip dasarnya begini. Pertama, Trusti “menempelkan” data unik (data hash) terhadap sebuah file. Untuk melakukan itu, Hanggara menggunakan metode SHA256.

BERITA TERKAIT  Media Pemerintah Tiongkok Bantah Uang Digital Bank Sentral Siap Terbit

Kedua, data hash itu akan dikumpulkan dan kemudian dibentuk kembali melalui fungsi Merkle Tree. Dengan cara itu data maupun konten akan lebih efisien dan aman untuk kemudian di-publish ke blockchain Ethereum ataupun Bitcoin. Sifat data hash adalah unik. Jika isi file berubah, maka data hash-nya juga berubah. Ini ibarat sidik jari manusia yang satu sama lain berlainan.

Merkle Tree di sini berperan merangkum semua transaksi dalam satu blok dengan menghasilkan sidik jari digital dari seluruh rangkaian transaksi, sehingga memungkinkan pengguna untuk memverifikasi apakah suatu transaksi termasuk dalam satu blok atau tidak.

Platform yang saya kembangkan ini pada dasarnya masih uji coba. Saya sekadar ingin menerapkan kemampuan blockchain untuk memverifikasi file digital. Kelak, bisa ditambahkan fitur lain, misalnya sertifikat digital berbentuk file PDF atau rekaman data, di mana ‘peralihan data’ dapat dilacak. Ini sangat bermanfaat diterapkan di sistem sertifikat jual-beli, di mana peralihan kepemilikan aset dapat lebih dipercaya dan lebih mudah diakses,” jelas Hanggara.

BERITA TERKAIT  Komputer Kuantum Akan Memperkuat Teknologi Blockchain

Yuk, langsung saja kita jajal kemudahan menggunakan Trusti ini.

  1. Siapkan sebuah file di komputer atau ponsel Anda. Dalam hal ini kami membuat sebuah file berformat TXT di Notepad. Jikalau Anda punya file gambar, musik dan video boleh juga dicoba.

  1. Buka website Trusti.id dan klik tombol Stamp di sudut kanan atas. Pilih file Anda dari bagian Stamp Asset, lalu klik tombol Stamp Your Asset. Seketika muncul Result ID. Klik tombol Result ID untuk melihat data hash atas file tersebut. Dalam hal ini kami mempunyai data hash sebagai berikut: 950C84F1E7DDA99A784B8A3B44985B8EC6E6EEF1C6EBA3EBA42B68AB85184A49

 

  1. Di tahap ini file tersebut sudah memiliki identitas khusus (data hash), tetapi belum sepenuhnya terekam di blockchain. Klik tombol Close untuk menutup.

Di tahap awal pembuatan platform ini, jelas Hanggara, agar data terekam penuh di blockchain Ethereum, perlu waktu paling lama 10-15 menit. Artinya, sebelum rentang waktu itu, Anda belum bisa memeriksanya blockchain Ethereum ataupun Bitcoin.

“Perihal cepat atau lamanya proses pencatatan di Ethereum juga tergantung lalu lintas transaksi di jaringan Ethereum,” kata Hanggara.

  1. Sembari menanti waktu 15 menit, Anda bisa memvalidasi hash data file tersebut. Untuk itu dari bagian Track Asset pilihlah file yang sama, lalu klik tombol Track Your Asset. Klik tombol Result ID untuk memunculkan data hash-nya dan bandingkan dengan data hash di langkah ke-3. Lihat hasilnya sama, yakni 950C84F1E7DDA99A784B8A3B44985B8EC6E6EEF1C6EBA3EBA42B68AB85184A49
BERITA TERKAIT  Mau US$100 Ribu? Ikutilah Sayembara Blockchain Ini

  1. Setelah 15 menit berlalu, buka kembali file dari bagian Track Asset, lalu klik tombol Result ID, hingga muncul tautan “View via Etherscan”. Bukalah tautan itu untuk memeriksa transaksi yang sudah terekam di blockchain Ethereum. Khusus blockchain Bitcoin perlu waktu beberapa lagi hingga muncul tautan ke BTC.com. Dalam hal ini kami mempunyai transaksi di blockchain Ethereum ini dan Bitcoin.

Ingatlah, transaksi di blockchain juga memiliki hash, sehingga setiap transaksi memiliki hash yang berbeda-beda.

  1. Nah, sekarang Anda bisa mengirimkan file tersebut kepada teman Anda. Lalu mintalah dia membuka website Trusti.id dan lakukan langkah ke-5 seperti di atas (Track Asset). Lalu pastikan ia memeriksa hash transaksinya adalah sama. [vins]

Ikuti media sosial kami

INFO IKLAN/AD INFO

Berita sebelumyaIngin Terapkan Blockchain di Bisnis Anda? Baca Ini Dulu
Berita berikutnyaPenjelasan Bitcoin bagi yang Berusia 40 Tahun ke Atas
Avatar
Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id, tertarik tentang teknologi komputer sejak duduk di bangku SMP, menulis artikel tentang teknologi blockchain dan bitcoin di media massa sejak 2014. Pada tahun 2015 bergabung sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) hingga sekarang. Sebelumnya di KabarMedan.com sebagai Managing Editor, Kontributor MetroTV dan Redaktur di Harian Global, Medan. Tahun 2001-2016 sebagai penulis lepas untuk Tabloid Komputer PCplus dan Majalah Info Komputer (Kelompok Kompas-Gramedia).