Morgan Stanley Makin Serius Garap Bitcoin ETF, Ajukan S-1 Revisi Kedua

Morgan Stanley kembali pertegas langkahnya di industri kripto dengan mengajukan dokumen amandemen kedua S-1 untuk produk Bitcoin ETF spot miliknya pada Selasa (17/3/2026).

Pengajuan ini menjadi sinyal bahwa rencana peluncuran produk investasi berbasis Bitcoin tersebut kian matang, seiring dengan penyempurnaan berbagai aspek teknis dan operasional dibandingkan pengajuan sebelumnya.

Produk yang diusulkan bernama Morgan Stanley Bitcoin Trust (MSBT) dan direncanakan akan diperdagangkan di bursa NYSE Arca.

Morgan Stanley Bitcoin Trust

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dalam dokumen terbaru tersebut, Morgan Stanley menjelaskan struktur produk yang akan digunakan, termasuk penunjukan Coinbase Custody sebagai kustodian aset Bitcoin, serta BNY Mellon sebagai pengelola kas dan administrasi.

Produk ini dirancang untuk melacak pergerakan harga Bitcoin berdasarkan indeks harga penutupan pasar New York.

Selain itu, Morgan Stanley juga telah menyiapkan seed capital sekitar US$1 juta yang berasal dari sekitar 50.000 saham awal. Struktur ETF ini mendukung mekanisme cash maupun in-kind creation and redemption, yang memberikan fleksibilitas bagi investor institusional dalam mengakses dan mengelola eksposur terhadap Bitcoin secara langsung.

BACA JUGA:  Arthur Hayes: Saya Beli Bitcoin Saat The Fed Mulai Cetak Uang

Perubahan Strategi Morgan Stanley

Langkah ini sekaligus menandai perubahan strategi besar Morgan Stanley dalam ekosistem investasi kripto. Jika sebelumnya hanya berperan sebagai distributor produk ETF dari pihak ketiga, kini Morgan Stanley memilih untuk menjadi penerbit langsung.

Dengan posisi tersebut, Morgan Stanley tidak hanya menyediakan akses investasi, tetapi juga berpotensi memperoleh pendapatan dari pengelolaan produk ETF itu sendiri.

Perubahan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan bank tersebut terhadap aset digital sebagai instrumen investasi jangka panjang. Dengan pengalaman panjang di pasar keuangan global, keputusan untuk masuk sebagai penerbit menunjukkan bahwa Bitcoin kini semakin diterima dalam kerangka investasi institusional.

Dampak Institusional Bisa Dorong Permintaan Bitcoin

Dengan total aset kelolaan yang mencapai sekitar US$1,8 triliun, keterlibatan langsung Morgan Stanley berpotensi membawa dampak signifikan terhadap pasar.

Bahkan alokasi kecil dari dana tersebut ke dalam Bitcoin ETF dapat menciptakan permintaan baru yang besar di pasar spot, mengingat produk ini didukung oleh kepemilikan aset Bitcoin secara langsung.

BACA JUGA:  Begini Ending Iklan Marjan 2026 Bertema Sang Kuni si Pelahap Kripto

Langkah Morgan Stanley ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan institusi keuangan global yang semakin aktif mengembangkan produk berbasis kripto.

Di sisi lain, pada Februari lalu, bank tersebut telah meningkatkan perhatian terhadap sektor penambangan Bitcoin dengan memberikan rating positif pada beberapa perusahaan seperti TeraWulf dan Cipher Mining.

Bank ini melihat potensi besar dari integrasi antara infrastruktur mining dan kebutuhan komputasi AI di masa depan. Selain itu, mereka menilai bahwa fasilitas mining dapat dialihkan menjadi pusat data AI, membuka peluang bisnis baru.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait