Nasib Ape Coin (APE) dan Metaverse Otherside Pasca Investasi Rp6,5 Triliun Andreesen Horowitz ke YugaLabs

Cukup menarik membaca sejumlah fakta-fakta tentang Ape Coin (APE) pasca kucuran dana Rp6,5 triliun dari perusahaan ventura Andreesen Horowitz (a16z) ke YugaLabs. Pencinta APE juga menanti datangnya metaverse “Otherside” pada April 2022 ini. Menarikkah metaverse yang akan dihuni oleh “kera-kera sakti” ini?

Selama sepekan terakhir, harga kripto Ape Coin (APE) tumbuh lebih dari 46 persen. Ketika artikel ini ditulis, Sabtu (23/4/2022) pukul 22.43 WIB, harga APE membuncah di kisaran US$16,87 per APE, tumbuh 18,17 persen dalam 24 jam terakhir. Ketika itu, APE memimpin di 100 besar versi Coinmarketcap.

Menguatnya harga APE di tengah-tengahnya lesunya pasar kripto mengarahkan publik pada spekulasi, bahwa pecinta APE sedang menantikan metaverse “Otherside” yang segera diluncurkan pada bulan ini. Spekulator benar-benar memanfaatkan “event” ini sebagai hype demi meraih keuntungan pendek.

IKLAN

Patut dicatat di sini di tengah penguatan hebat ini, dari 100 besar pemegang APE, mereka mengendalikan sekitar 52 persen dari total pasokan beredar APE (284.843.750 APE dari 1 miliar APE). Hodler APE (berdasarkan address) ketika artikel ini ditulis mencapai 48.570.

Ancang-ancang metaverse itu sebenarnya sudah digaungkan pada 19 Maret 2022 lalu di Twitter YugaLabs dan disusul pengumuman investasi US$450 juta (Rp4,5 triliun) dari Andreesen Horowitz (a16z). Metaverse Otherside juga diterakan di situs YugaLabs sebagai bagian dari produk unggulan mereka, termasuk penyebutan “The Yugaverse runs on ApeCoin”.

IKLAN

APE Coin, YugaLabs dan Metaverse Otherside

Pangkal metaverse Otherside tidak bisa dilepaskan dari popularitas NFT Bored Ape Yacht Club dan Mutant Ape Yacht Club. Kedua proyek NFT itu memang digarap sangat serius oleh YugaLabs, mengantongi nilai milyaran rupiah di OpenSea dan mendapatkan dukungan dari sejumlah sejumlah selebritas papan atas.

Lantas, pada 17 Maret 2022 muncullah ApeCoin (APE), token biasa yang diterbitkan di blockchain Ethereum. Hingga detik ini YugaLabs enggan dikaitkan sebagai si empunya proyek APE itu, karena publik menafsirkannya sebagai bagian erat dengan dua NFT popular mereka.

Mudah bagi publik menafsirkan itu, karena puluhan bursa kripto bersedia memperdagangkannya, seperti raksasa Binance, Coinbase, Huobi dan lain sebagainya.

Ketika artikel ini ditulis, APE yang bersimbol tengkorak kera itu berada di peringkat ke-32 versi Coinmarketcap, cukup mencerminkan tingkat likuditas yang baik dengan nilai pasar mencapai US$5 juta.

IKLAN

Ditambah lagi, di Twitter, YugaLabs kerap menggunggah sejumlah konten terkait proyeknya dan APE, termasuk soal metaverse Otherside disematkan di akun mereka.

Dugaan bahwa YugaLabs adalah benar di balik ApeCoin diperkuat dengan “bocornya” slide presentasi yang memaparkan tentang proyek YugaLabs dan sejumlah rencananya. Di slide itu, secara gamblang dituliskan bahwa metaverse menjadi bagian rencana utama di masa depan yang akan memadukan proyek NFT mereka. Bernada gimmick pemasaran, disebutkan bahwa mereka tidak membuat metaverse, melainkan “metaRGP”, sejenis game daring. YugaLabs tidak mengakui bahwa slide itu dibuat oleh pihaknya.

Di atas itu semua, “metaverse” saat ini jadi mantra sekaligus “madu” bagi proyek-proyek terkait NFT, gaming, kripto, DeFi dan segala macam turunannya.

Persaingan yang semakin ketat adalah kata kunci lain di sini, termasuk oleh metaverse Shiba Inu, Pavia di Cardano, termasuk besutan Zilliqa, yakni Metapolis. Semuanya itu ingin mendapatkan sedikit kue cuan yang sudah mantap dirasakan oleh metaverse Decentraland (MANA), termasuk TheSandbox yang digunakan sebagai medium promosi oleh perusahan ternama seperti HSBC.

Pada ujungnya, dana untuk promosi dan pemasaran amat penting untuk mendorong metaverse Otherside dan harga APECoin naik lebih tinggi.

Investasi si raksasa Andreesen Horowitz mungkin memegang peranan penting di sini, berkontribusi menambahkan nilai perusahaan YugaLabs menjadi US$4 miliar.

Asal tahu saja ada puluhan proyek kripto yang didukung oleh Andreesen Horowitz ini, di antaranya adalah Near, Maker, OpenSea, UniSwap, Dapper hingga Chia (milik mantan pendiri BitTorrent).

Lantas, apakah metaverse Otherside benar-benar menawarkan “dunia lain” yang menarik setelah dihuni oleh karakter kera-kera sakti? [ps]

spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait