Pasar Crypto Rontok Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Pasar crypto mengalami tekanan signifikan setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di kisaran sekitar 3,6 persen.

Keputusan yang diumumkan dalam pertemuan kebijakan terbaru bank sentral AS tersebut langsung memicu reaksi negatif di pasar aset berisiko, termasuk pasar crypto, yang dalam beberapa jam terakhir menunjukkan pelemahan merata.

Berdasarkan data per Kamis pagi (19/3/2026), tekanan jual di pasar crypto terlihat jelas dari pergerakan harga di CoinMarketCap.

pasar crypto rontok

IKLAN
Chat via WhatsApp

Kapitalisasi pasar global turun ke sekitar US$2,44 triliun atau melemah 3,83 persen, sementara indeks CMC20 ikut terkoreksi sekitar 3,9 persen. Sentimen investor juga memburuk, tercermin dari Fear & Greed Index yang berada di level 34 atau masuk zona takut, menandakan pelaku pasar mulai bersikap defensif.

pasar crypto

Dari sisi harga, Bitcoin tercatat berada di kisaran US$71.300 setelah turun sekitar 3,7 persen dalam 24 jam terakhir. Ethereum mengalami tekanan lebih dalam dengan penurunan sekitar 5,2 persen ke level US$2.200.

BACA JUGA:  Kazakhstan Siap Investasi Rp5,88 Triliun ke Aset Kripto

Sementara itu, altcoin lain seperti Solana melemah lebih dari 5 persen, sedangkan XRP dan BNB masing-masing turun di kisaran 2 hingga 4 persen. Pelemahan ini mencerminkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada aset utama, tetapi juga merata di seluruh pasar crypto.

Kebijakan The Fed dan Tekanan Inflasi

Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga diambil di tengah kondisi inflasi yang masih berada di atas target 2 persen. Inflasi headline tercatat sekitar 2,8 persen, sementara inflasi inti berada di kisaran 3,1 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda, sehingga bank sentral memilih untuk tidak terburu-buru melakukan pelonggaran kebijakan.

Selain itu, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik juga turut memengaruhi keputusan tersebut. Konflik yang melibatkan Iran dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan memperbesar tekanan inflasi.

BACA JUGA:  US$70.000 Bitcoin Bukan Level Biasa, Ini Zona Rahasia Institusi

“Dampak ekonominya [perang Iran] bisa lebih besar, bisa lebih kecil, bisa jauh lebih kecil, bisa jauh lebih besar. Kita tidak tahu sama sekali,” ungkap Ketua The Fed, Jerome Powell, dilansir dari AP News, pada Kamis (19/3/3026).

Powell juga menekankan bahwa arah kebijakan suku bunga ke depan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi, khususnya inflasi. Ia menyatakan bahwa penurunan suku bunga tidak akan dilakukan tanpa adanya bukti yang cukup mengenai perbaikan kondisi ekonomi.

“Perkiraan suku bunga bergantung pada kinerja ekonomi, jadi jika kita tidak melihat kemajuan tersebut, maka Anda tidak akan melihat penurunan suku bunga,” ujar Powell.

Ketidakpastian Bertambah dari Faktor Politik

Di luar kebijakan moneter, perhatian pasar juga tertuju pada situasi yang melibatkan Powell secara pribadi. Ia saat ini tengah menghadapi investigasi dari Departemen Kehakiman (DOJ) terkait kesaksiannya mengenai proyek renovasi gedung The Fed.

BACA JUGA:  Trump Usulkan Ketua The Fed Pro-Bitcoin untuk Gantikan Powell

Meski demikian, Powell menegaskan akan tetap menjabat hingga proses investigasi selesai, bahkan jika masa jabatannya sebagai Ketua The Fed berakhir pada Mei 2026.

Kondisi ini menambah lapisan ketidakpastian di pasar keuangan global. Kombinasi antara suku bunga yang tetap tinggi, inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, serta dinamika politik dan hukum di tubuh bank sentral AS membuat pasar crypto semakin tertekan.

Dengan likuiditas global yang belum longgar, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan menunggu kejelasan arah kebijakan berikutnya.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait