Pendiri Perusahaan Bangkrut Three Arrows Capital Diduga Tinggal di Indonesia

Likuidator menuding pendiri perusahaan kripto yang telah bangkrut Three Arrows Capital (3AC) tidak kooperatif dalam upaya pemulihan aset. Dalam laporannya belum lama ini, pihak perusahaan menemukan masing-masing pendiri saat ini berbasis di Uni Emirat Arab dan Indonesia, yang termasuk negara tidak dikenal bekerjasama dengan perintah pengadilan internasional.

Kepada Reuters, Pengacara Likuidator Adam Goldberg di pengadilan kebangkrutan di New York mengatakan bahwa duo pendiri Kyle Davies dan Su Zhu lebih tertarik untuk memperbaiki reputasi mereka daripada membantu kreditor perusahaan. 

Bahkan Davies sempat menghadiri wawancara baru-baru ini dan mengomentari skandal crypto exchange FTX. 

Dalam wawancara dengan CNBC, pada Rabu (16/11/2022), Davies mengatakan bahwa FTX dan platform perdagangan afiliasinya Alameda Research memburu posisi mereka di 3AC, dengan cara menjatuhkan harga cryptocurrency LUNA, dan menjatuhkan reputasi keduanya. 

IKLAN

Davies juga mengatakan pihaknya bersikap kooperatif dengan likuidator dana perusahaan tersebut.

Namun, tim Likuidator lebih melihatnya sebagai upaya mengalihkan kesalahan atas keruntuhan Three Arrows sendiri.

“Sangat menarik untuk sedikitnya, bahwa pertama kali kita mendengar teori bahwa FTX menyebabkan kejatuhan debitur ini adalah setelah keruntuhan sensasional FTX sendiri,” kata Goldberg, pada Jumat (2/12/2022).

Goldberg membantah pernyataan Davies, dan mengatakan bahwa dia dan Zhu mengambil langkah untuk merusak upaya pemulihan aset.

IKLAN

Meskipun akses ke catatan dan akun tidak lengkap, likuidator Three Arrows mengaku telah memulihkan beberapa aset milik kreditur, termasuk US$35 juta dalam dolar AS dan beberapa token mata uang kripto yang berbeda, kata likuidator Russell Crumpler di pengadilan. 

“Upaya pemulihan sedang berlangsung,” kata Crumpler, sebagaimana dikutip Reuters.

Namun, Crumpler tidak mengatakan berapa banyak cryptocurrency yang telah dipulihkan oleh para likuidator. 

Dia mengatakan bahwa Three Arrows yang berbasis di Singapura telah mendapatkan kembali kendali atas akun yang menyimpan lebih dari 60 jenis token cryptocurrency yang berbeda.

Three Arrows adalah perusahaan crypto besar pertama yang bangkrut pada tahun 2022, yang ambruk akibat runtuhnya cryptocurrency Luna dan TerraUSD pada Mei 2022 lalu. Pihak 3AC kemudian mengajukan pailit di British Virgin Islands pada akhir Juni. 

Para likuidator ditunjuk oleh pengadilan itu untuk membubarkan perusahaan dan membayar utangnya. Mereka mengajukan kasus kebangkrutan paralel di Manhattan untuk melindungi aset Three Arrows di AS.

Mulai Percaya Diri Tampil di Depan Publik

Diberitakan di CNBC, Zhu Su mulai percaya diri tampil di depan publik. Terkini, lewat akun Twitternya, dia menceritakan dirinya mulai menjalani kehidupan baru. Dalam profile picture akunnya, terlihat Zhu Shu berfoto dengan gaya santai di halaman sebuah masjid. 

Zhu menuliskan bertemu lagi dengan teman baik. Teman yang disebutkan bernama Cliff merupakan yang menemaninya saat Zhu Shu memulai karir di Tokyo.

Namun persahabatan itu terputus saat Cliff memutuskan untuk keluar dari perusahaannya tahun 2017.

“Bulan Juni setelah ledakan 3AC, dia mengirimi saya pesan dan meminta datang ke Bali. Saya kesulitan melihat nilai dalam hidup saya. Apa yang didapatkan hilang dan yang hilang didapatkan saat kami menjadi sahabat lagi,” jelasnya, dikutip Sabtu (3/12/2022).

Kedua sahabat itu disebutkan akan meluncurkan podcast video. Isinya adalah membahas kehidupan, sistem kepercayaan, dan juga soal kesehatan mental.

“Cliff dan saya akan segera meluncurkan seri podcast video berdurasi panjang yang membahas kehidupan, sistem kepercayaan, dan kesehatan mental. Allah tidak membebani jiwa kecuali sesuai dengan kemampuannya,” kata Zhu.

Zhu Shu sebelumnya dinyatakan hilang saat Three Arrow Capital dinyatakan bangkrut. Dia dan rekan pendirinya Kyle Davies tidak diketahui keberadaannya saat itu. [ab]

spot_img
spot_img

Terkini

Terkait