Di tengah harga Pi yang melemah, Pi Network mempercepat langkah lewat pembaruan teknis. Upgrade ini bukan sekadar rutin, tetapi menjadi fondasi penting, termasuk peluang hadirnya smart-contract dan DeFi.
Langkah ini jelas membawa harapan bagi komunitas, terutama dari utilitas dan pengembangan jaringan. Namun, di saat yang sama, pasar masih cenderung menunggu realisasi konkret sebelum benar-benar merespons.
Pertanyaannya kini sangatlah sederhana. Apakah upgrade pada jaringan Pi Network cukup kuat untuk mendorong harga PI kembali ke level US$0,2 atau bahkan lebih tinggi?
Upgrade Protokol Bisa Jadi Katalis Kenaikan Koin PI
Pi Network mengumumkan melalui X pada Sabtu (28/03/2026) bahwa mereka resmi memulai fase migrasi kedua lewat peluncuran Protokol 21.2. Dalam tahap ini, seluruh operator node mainnet diwajibkan melakukan upgrade.
“Mainnet Pi sedang melakukan upgrade ke Protokol 21. Batas waktu: 6 April. Semua node mainnet wajib menyelesaikan langkah ini sebelum tenggat waktu agar tetap terhubung ke jaringan,” tegas mereka.
Batas waktu ini langsung memberi tekanan kepada operator node. Jika terlambat, mereka berisiko terputus dari jaringan. Kondisi ini membuat keberlanjutan sistem sangat bergantung pada respons cepat dari komunitas.
Meski begitu, langkah ini bukan sekadar pembaruan biasa. Pengembang menegaskan bahwa Protokol 21 hanyalah fondasi awal. Fokusnya adalah memperkuat stabilitas jaringan dan meningkatkan efisiensi node.
Seiring dengan itu, arah pengembangan Pi Network mulai terlihat semakin jelas. Berdasarkan roadmap Protokol Pi Network, versi 22.1 dijadwalkan rilis pada 22 April sebagai lanjutan dari fase ini.

Kemudian, Protokol 23.0 akan mulai menyusul pada 18 Mei mendatang. Tahap ini menjadi momen penting karena menandai transisi menuju kemampuan jaringan yang lebih kompleks.
Pada fase tersebut, Pi membuka jalan ke fitur smart-contract, DEX, hingga likuiditas on-chain. Jika semua berjalan sesuai rencana, ini bisa menjadi titik balik yang mendorong Pi menuju ekosistem dengan utilitas yang lebih nyata.
Pasar Masih Hati-Hati, Tekanan Belum Hilang
Di tengah progres pengembangan, harga koin dari Pi Network masih belum menunjukkan penguatan yang signifikan. Saat ini, PI bergerak di kisaran US$0,175 hingga US$0,179, masih jauh dari level tertinggi sebelumnya.

Dari sisi teknikal, pasar terlihat belum yakin. Berdasarkan data pada platform TradingView, RSI berada di sekitar 36, yang mencerminkan kondisi netral tetapi cenderung lemah.
Indikator teknikal lain seperti Stochastic, CCI, dan ADX juga berada di zona netral. Hal ini menunjukkan belum adanya dorongan tren yang kuat, baik ke arah naik maupun turun.
Jika melihat rata-rata pergerakan, tekanan masih mendominasi. EMA 20, 30, hingga 50 menunjukkan sinyal jual, yang mengindikasikan tren jangka menengah masih lemah, meski ada tanda stabilisasi di jangka pendek.
Selain tekanan teknikal, pasar juga dihadapkan pada potensi suplai baru. Dalam 30 hari ke depan, sekitar 218 juta PI akan masuk ke pasar, dengan nilai mendekati US$39 juta atau sekitar 3,7 persen dari total pasokan terkunci.

Meski begitu, bukan berarti peluang tertutup. Justru di sinilah letak titik krusialnya. Jika roadmap berjalan sesuai rencana dan fitur smart-contract serta DeFi benar-benar hadir, maka narasi utilitas bisa menjadi pemicu baru.
Level US$0,2 masih dalam jangkauan, tetapi tidak akan dicapai secara instan oleh koin Pi Network. Pasar masih membutuhkan katalis yang lebih kuat untuk kembali masuk.
Saat ini, Pi Network berada di fase krusial, antara memperkuat fondasi dan menunggu momentum yang tepat untuk kembali bergerak naik.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


