Investigasi terbaru mengungkap adanya transaksi dalam jumlah besar di berbagai pasar, termasuk di platform pasar prediksi seperti Polymarket, yang terjadi hanya beberapa menit sebelum pengumuman kebijakan penting terbaru Presiden AS, Donald Trump.
Berdasarkan laporan Reuters pada Minggu (29/3/2026), salah satu kasus paling mencolok adalah taruhan terhadap penurunan harga minyak senilai sekitar US$500 juta yang dilakukan tepat sebelum keputusan militer ditunda.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, harga minyak dilaporkan langsung mengalami penurunan tajam hingga sekitar 15 persen.
Temuan ini menyoroti aktivitas pasar yang dinilai tidak biasa karena timing transaksi yang sangat presisi.
Para analis mencatat bahwa posisi dalam jumlah besar tersebut diambil hanya beberapa menit sebelum informasi resmi dipublikasikan, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pelaku pasar dapat membaca arah kebijakan dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Fenomena ini tidak terjadi sekali. Dalam beberapa bulan terakhir, pola serupa juga teridentifikasi dalam berbagai peristiwa geopolitik. Pada Februari lalu, sejumlah akun anonim dilaporkan meraup keuntungan sekitar US$1,2 juta dari taruhan yang berkaitan dengan konflik Iran.
Sementara itu, pada Januari 2026, seorang trader anonim disebut memperoleh sekitar US$400.000 dari taruhan terkait perkembangan politik di Venezuela. Dalam kasus lain, lonjakan volume transaksi minyak senilai ratusan juta dolar tercatat terjadi hanya beberapa menit sebelum pengumuman penting dirilis ke publik.
Pola Transaksi dan Dugaan Informasi Non-Publik
Berdasarkan hasil investigasi, transaksi-transaksi tersebut umumnya dilakukan dengan skala besar dan dalam waktu yang sangat dekat dengan pengumuman kebijakan. Hal ini memunculkan dugaan bahwa sebagian pelaku pasar mungkin memiliki akses terhadap informasi yang belum tersedia secara publik.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti langsung yang mengonfirmasi adanya keterlibatan pihak tertentu dalam penyebaran informasi tersebut.
Polymarket menjadi salah satu platform yang paling disorot dalam konteks ini. Sebagai pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket memungkinkan pengguna untuk memasang taruhan terhadap berbagai peristiwa global, mulai dari kebijakan pemerintah hingga konflik geopolitik.
Sifat anonim dan fleksibilitas transaksi di platform ini dinilai turut memperbesar potensi terjadinya aktivitas spekulatif berbasis informasi sensitif.
Di sisi lain, sebelumnya Gubernur California Gavin Newsom diketahui telah menandatangani perintah eksekutif yang melarang pejabat negara menggunakan informasi non-publik untuk bertaruh di platform pasar prediksi seperti Polymarket.
Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan informasi internal untuk keuntungan pribadi.
Kasus P2P.me Memanaskan Isu di Polymarket
Selain kasus yang berkaitan dengan kebijakan Trump, perhatian terhadap Polymarket juga meningkat setelah adanya pengakuan dari platform pembayaran kripto P2P.me.
Dalam sebuah unggahan resmi di media sosial pada Jumat (27/3/2026), perusahaan tersebut mengakui telah memasang taruhan di Polymarket terkait keberhasilan penggalangan dana mereka sendiri sebelum informasi tersebut diumumkan secara publik.
Dalam kasus tersebut, P2P.me memasang taruhan sekitar US$20.000 dan berhasil meraih keuntungan sekitar US$14.700.
Kontroversi muncul karena pada saat taruhan dilakukan, perusahaan tersebut telah memiliki komitmen pendanaan sebesar US$3 juta yang belum dipublikasikan. Sejumlah pengamat menilai bahwa tindakan tersebut berpotensi dikategorikan sebagai penggunaan informasi material non-publik.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


