Samsung S10 Akan Punya Bitcoin Cold Wallet?

Setelah muncul rumor tentang hak merek Samsung untuk peranti lunak blockchain dan aset digital di Uni Eropa, situs berita teknologi SamMobile mengkonfirmasi perusahaan tersebut memang sedang mengembangkan teknologi blockchain yang mungkin akan diluncurkan bersamaan dengan Galaxy S10. Menurut Gizmodo, Galaxy S10 akan diluncurkan pada 20 Februari 2019 di ajang Mobile World Congress, Barcelona.

SamMobile melansir, Selasa (11/12), layanan aset digital Samsung akan terdiri dari dua bagian. Pertama, sebuah cold wallet untuk menyimpan uang kripto, public key dan private key serta menandatangani private key untuk melakukan transaksi kripto. Kedua, sebuah crypto wallet untuk transfer, melihat informasi rekening dan riwayat transaksi. Nama untuk cold wallet dan crypto wallet besutan Samsung belum diputuskan.

Secara umum, uang kripto bisa disimpan di hot wallet dan cold wallet, di mana tersimpan public key dan private key yang dibutuhkan untuk memindahkan uang digital. Cold wallet dianggap lebih aman sebab tidak terkoneksi secara daring. Peretas tidak bisa mengakses kunci yang ada di dalam wallet tersebut dari jarak jauh, mereka harus memiliki akses fisik terhadap cold wallet untuk memindahkan dananya.

Sebelum aplikasi wallet tersebut, Samsung telah memasuki pasar kripto dengan sebuah usaha yang fokus di penambangan Bitcoin. Perusahaan itu memproduksi peralatan penambangan dari pabriknya di Suwon, Korea Selatan untuk dikirimkan ke distributor internasional.

Aplikasi cold wallet Samsung akan membantu pengguna mengimpor wallet mereka dari layanan pihak ketiga seperti MetaMask atau TrustWallet. Pengguna juga bisa menciptakan wallet baru di dalam aplikasi tersebut. Uang kripto dan token yang bisa disimpan di cold wallet Samsung mungkin termasuk Bitcoin, Ethereum, token ERC-20 dan Bitcoin Cash.

Akun yang diciptakan menggunakan aplikasi Samsung disimpan di jaringan blockchain dengan anonimitas penuh. Samsung tidak memiliki akses terhadap data tersebut. Satu-satunya cara pengguna mengakses data itu adalah melalui recovery phrase. Frase berisi 12 hingga 24 kata tersebut adalah metode pemulihan standar bagi semua layanan wallet. Oleh karena itu, pengguna bertanggungjawab menyimpan frasa tersebut secara aman sebab tabungan kripto mereka tidak bisa dipulihkan tanpanya.

Aplikasi Bitcoin Samsung akan memiliki lapisan keamanan tambahan dengan adanya fitur otentifikasi. Pilihan keamanan termasuk PIN dan pindai sidik jari untuk saat ini, sebuah indikasi bahwa Samsung akan menanggalkan fitur pindai retina di Galaxy S10.

Mengingat jumlah peranti lunak yang mereka ciptakan, perusahaan teknologi yang mendominasi pasar ponsel global seperti Samsung, Apple, HTC, Huawei dan Oppo bisa dengan mudah mengintegrasikan uang kripto dan menyediakan dukungan untuk kelas aset tersebut.

Saat bull market pasar kripto di tahun 2017, banyak proyek berhasil menggalang dana hingga ratusan juta dolar. Salah satunya adalah Sirin Labs yang mengklaim telah menerima US$158 juta melalui ICO untuk menciptakan sebuah ponsel yang mendukung kripto demi melawan perusahaan raksasa di pasar ponsel.

Namun, dengan adanya perusahaan kakap seperti Samsung yang mengintegrasikan dukungan kripto, proyek-proyek kecil seperti Sirin Labs yang fokus menciptakan peranti lunak bisa jadi akan kalah saing. [ed]

spot_img

Terkini

Terkait