“Sinyal Bubar” dari Anggota Pendiri Libra Association

646

Empat perusahaan yang termasuk anggota pendiri Libra Association sedang mempertimbangkan ulang soal penandatangan resmi untuk masuk dalam proyek kripto tersebut. Adalah Visa, Mastercard, PayPal dan Stripe yang belum memutuskan untuk resmi bergabung ke proyek Libra di tengah kekhawatiran mengenai hubungan positif dengan regulator, khususnya Amerika Serikat. Inikah sinyal bubar dari anggota pendiri Libra Association?

Libra Association meminta 28 anggota pendirinya untuk menegaskan ulang komitmen mereka terhadap proyek kripto itu. David Marcus, Eksekutif Facebook yang memimpin proyek Libra, mengatakan gelombang pertama anggota Libra Association akan diresmikan dalam beberapa minggu ke depan.

Libra merupakan usaha Facebook untuk membuat pembayaran internasional semudah mengirim pesan melalui aplikasi. Visi ini berhasil menarik minat dari perusahaan-perusahaan besar di sektor pembayaran, teknologi, telekomunikasi dan blockchain, termasuk Ebay, Uber Technologies, Coinbase, Xapo, Vodafone dan sejumlah perusahaan modal ventura dan nirlaba.

“Saya tidak tahu ada mitra Libra yang hendak abstain dari bergabung secara resmi ke organisasi ini, tetapi membangun uang digital global yang baru memang sulit dan butuh keberanian,” ujar Marcus. Ia menegaskan timnya terus bekerja di tengah persoalan tanggapan terhadap mata uang digital itu.

Perusahaan yang bergabung ke Libra Association tidak akan wajib langsung menyumbang US$10 juta. Tersedia pilihan untuk menunda pembayaran, suatu strategi untuk memajukan Libra dengan perlahan. Hal ini memberikan anggota asosiasi lebih banyak waktu untuk menyesuaikan dengan operasional perusahaan masing-masing.

Juru bicara Stripe mengatakan tidak ada hal yang berubah soal keterlibatan mereka di Libra. Sedangkan juru bicara dari Facebook, Visa, Mastercard, PayPal dan Libra Association enggan berkomentar.

Sejumlah menteri keuangan di benua Eropa mengancam untuk melarang Libra di negara masing-masing. Kepala antitrust Uni Eropa tumben-tumbennya meneliti Libra akibat resiko terciptanya ekonomi baru yang terpisah sama sekali.

Sementara itu, pengembangan teknologi Libra bergerak lebih cepat dari jadwal. Lima anggota Libra Association, termasuk Anchorage dan Calibra, sudah mulai menjalankan uji coba jaringan simpul (nodes) dan saling mengirim transaksi pakai uang palsu.

Pihak yang anti-Libra berkata proyek kripto yang dijamin beragam mata uang fiat tersebut bisa dipakai untuk mengakali kebijakan moneter sebuah negara atau tujuan kriminal lainnya. Sebab itu, otoritas hukum Amerika Serikat menginterogasi Marcus soal apakah Facebook bisa dipercayai untuk memperluas usahanya ke bidang layanan keuangan, mengingat rekam jejak Facebook yang gelap soal privasi data penggunanya.

Dalam sebuah bocoran rekaman rapat internal Facebook, rintangan regulasi begitu besarnya sampai Mark Zuckerberg, CEO Facebook, mensinyalir akan ada dua versi Libra. Satu, Libra yang bergerak di bidang pengiriman uang tanpa adanya token, dan kedua, mata uang digital Libra itu sendiri. Ia juga mengklaim Libra sengaja diumumkan terlalu awal agar dapat menerima sebanyak mungkin saran dan kritik.

Proyek ini menuai banyak rintangan disebabkan ketidakjelasan tentang dampak regulasi Libra. Juru bicara Libra Association, Dante Disparte, berkata pihak asosiasi telah bertemu banyak regulator dan pembuat kebijakan. Selain itu, anggota asosiasi juga telah melakukan rapat untuk membahas soal kebutuhan regulasi yang tepat. [bloomberg.com/ed]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini