Starbucks Akan Pakai Blockchain Buatan Microsoft

169

Starbucks berencana akan menerapkan teknologi blockchain Microsoft Azure untuk mempermudah pelacakan dalam proses produksi kopi. Sistem pelacakan itu kelak diterapkan di pertanian kopi di Kosta Rika, Kolombia dan Rwanda.

“Sistem itu memungkinkan konsumen mengetahui informasi detil tentang asal muasal kopi yang dibelinya,” jelas Kevin Johns CEO Starbucks yang juga mantan eksekutif di Microsoft.

Kini dengan semakin matangnya teknologi blockchain yang ditawarkan Microsoft, Amazon dan IBM, sejumlah perusahaan ternama semakin banyak yang menerapkannya atau sekadar mengujicobanya.

Nestle dan Carrefour misalnya, bekerjasama agar konsumen bisa mendapatkan akses terhadap data produk makanan melalui platform berbasis teknologi blockchain, IBM Food Trust. Diumumkan pada Senin (15/04) konsumen dapat melacak produk Mousline (kentang tumbuk instan) dari pabrik Nestle hingga di swalayan Carrefour dengan memindai QR Code pada kemasan menggunakan ponsel.

Layanan itu menampilkan tanggal produksi Mousline beserta parameter kendali mutunya, sekaligus waktu penyimpanan dan lokasi gudang. Konsumen bahkan dapat menelusuri informasi mengenai petani yang memasok kentang dan bagaimana proses produksinya. Saat ini informasi tersebut hanya tersedia bagi produk Mousline di Perancis. [Cointelegraph.com/vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini